LiputanIslam.com-Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menargetkan sebanyak 20 juta meter kubik sampah (pada lahan seluas 110,3 Hektare) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Kelurahan Ciketing Udik, Cikiwul dan Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, akan diolah menjadi energi dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).

“Rencana ke depan akan dibangun sebanyak dua hingga tiga unit fasilitas ini untuk menghabiskan 20 meter kubik sampah yang sudah ada DKI di Bantargebang,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis TPST Bantargebang pada Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, di Jakarta, Kamis (1/8).

Lokasi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) tersebut berada di sisi timur TPST Bantargebang.

Baca juga: Solusi Masalah Sampah: Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Amankah?

Teknologi dalam PLTSa Bantargebang tersebut mampu memproduksi listrik berkisar 400kiloWatt per jam (kWh) dari 100 ton pembakaran sampah nonorganik. Pihak pemprov DKI pun memiliki rencana ke depan berupa realisasi pembangunan fasilitas serupa sebanyak tiga hingga empat unit untuk menekan volume sampah DKI setiap harinya berkisar 7.452 ton.

Upaya pengolahan sampah menjadi energi ini merupakan upaya bagus mengingat volume sampah di DKI Jakarta bertanbah secara signifikan.

Anggota DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga mendesak Pemprov DKI Jakarta lebih serius menangani masalah sampah karena ibu kota diperkirakan mengalami darurat sampah tahun 2021. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*