obama2New York, LiputanIslam.com — Dengan Presiden Barack Obama yang akan mengumumkan rencana baru kebijakan luar negeri AS untuk memerangi kelompok ISIS, sebuah jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa mayoritas rakyat AS tidak mendukung kebijakan luar negeri AS.

Hasil jajak pendapat yang digelar oleh NBC News-Wall Street Journal dan dirilis Selasa (9/9) malam menunjukkan hanya 32% rakyat AS yang mendukung kebijakan presiden. Demikian laporan Press TV, Rabu (10/9).

Survei juga menunjukkan sebanyak 94% warga AS telah mendengar berita tentang penyembelihan jurnalis AS James Foley dan Steven Sotloff oleh ISIL. 47% warga AS percaya saat ini AS kurang aman dibanding sebelum serangan WTC tahun 2001.

Hari Rabu malam (10/9) Obama direncanakan akan memaparkan strategi barunya terhadap kelompok ISIS. Dalam pertemuan dengan para pemimpin Congress, Obama mengatakan ia memiliki otoritas untuk meningkatkan aksi memerangi ISIL di Iraq dan Suriah.

“Presiden mengatakan kepada para pemimpin (Congress) bahwa ia memiliki otoritas untuk melakukan tindakan terhadap ISIL sehubungan dengan misi yang akan ia paparkan besok malam,” kata jubir Gedung Putih kepada pers, Selasa (9/9).

Presiden Obama bertemu Harry Reid dan Nancy Pelosi, pemimpin demokrat di Senat dan Congress (legislatif) serta Mitch McConnell dan John Boehner dari partai Republik, untuk mendiskusikan aksi militer lanjutan terhadap ISIL.

Dalam beberapa minggu terakhir, AS telah melakukan serangan-serangan udara terhadap ISIL di Irak tanpa persetujuan Congress.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL