musibah kapal laut tengahRoma, LiputanIslam.com — Polisi Italia menangkap kapten dan salah seorang kru kapal pengangkut imigran gelap yang tenggelam di Laut Tengah dan menewaskan ratusan penumpangnya pada hari Minggu (19/4). Para pejabat Italia menyebutkan.

Kedua orang itu termasuk di antara 27 orang yang selamat dalam musibah itu dan tiba di Sisilia, Italia, hari Senin (20/4). Demikian BBC News melaporkan, Selasa (21/4).

Penangkapan itu terjadi di tengah upaya Uni Eropa melancarkan serangkaian langkah untuk meredakan ketegangan dengan Italia terkait dengan krisis imigran gelap di Laut Tengah selama beberapa tahun terakhir.

Tim pencari dari negara-negara Uni Eropa kini telah meningkatkan operasi penyelamatan dan pencarian dan satu kampanye penghancuran kapal-kapal perahu pengangkut imigran akan dilancarkan.

Menteri Infrastuktur Italia Graziano Delrio mengatakan kepada media bahwa Kepala Penyidik di Catania, Sisilia, Giovanni Salvi, telah memerintahkan penangkapan terhadap kedua orang itu setelah mendarat di Sisilia dengan kapal pangawal pantai.

Beberapa sumber menyebutkan sang kapten adalah warga Tunisia dan awak kapal lainnya adalah warga Suriah yang tidak lain adalah istri sang kapten sendiri.

“Jaksa Salvi telah melakukan 2 penangkapan hari ini terhadap 2 orang yang terlibat. Ini menunjukkan bahwa hukum di Italia telah bekerja,” kata Delrio di Catania, seraya menambahkan tuduhan pembunuhan akan diberikan kepada kedua orang itu.

Sementara itu Salvi mengatakan ratusan orang dari sekitar 700 penumpang di dalam kapal telah terjebak di dalam dek kapal yang terkunci.

Sebelumnya Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Frederica Mogherini mengumumkan ’10 poin kebijakan’ sebagai respon atas tragedi tersebut, setelah melalui pembahasan di Luxembourg.

“Kami tengah membangun solidaritas Eropa yang sebenarnya dalam memerangi perdagangan manusia,” kata Frederica.

Langkah-langkah baru itu di antaranya adalah penambahan anggaran bagi Frontex, yang menjalankan program penyelamatan Uni Eropa di Laut Tengah, Triton, serta penambahan area kerja Triton.

Uni Eropa telah dikritik atas cakupan kerja Triton yang menggantikan operasi penyelamatan yang dilakukan Italia tahun lalu.

Presiden Malta Joseph Muscat menyebut musibah hari Minggu itu merupakan ‘pengubah permainan’ bagi Eropa.

“Jika Eropa tidak bekerjasama, sejarah akan mencatatnya dengan buruk,” katanya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL