kapal imigran italiRoma, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Italia Matteo Renzi menyerukan langkah nyata lebih serius oleh Uni Eropa menyusul terjadinya kembali musibah tenggelamnya ratusan imigran gelap asal Afrika dan Timur Tengah di lepas pantai Italia, Laut Tengah, Sabtu (19/4).

Menyerukan diadakannya pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa, Renzi menyebut ‘trafficking’ sebagai ‘wabah penyakit bagi Eropa’ dan mengkritik perhatian yang rendah dari negara-negara Eropa atas masalah ini. Demikian seperti dilaporkan BBC News, Sabtu petang.

“Adalah tidak terpikirkan bahwa di hadapan tragedi seperti ini tidak ada rasa solidaritas yang ditunjukkan negara-negara Eropa terhadap masalah-masalah lain,” kata Renzi.

Pernyataan Renzi tersebut menyusul musibah tenggelamnya perahu pembawa imigran gelap asal Afrika utara dan Timur Tengah yang mengangkut sekitar 700 penumpang. Dari jumlah itu baru 28 orang yang berhasil diselamatkan dan sisanya diperkirakan tewas.

Musibah tersebut menambah buruk catatan kecelakaan perahu-perahu pengangkut imigran gelap di Laut Tengah yang selama tahun ini saja diperkirakan telah menelan nyawa 1.500 orang imigran.

Memanfaatkan situasi politik yang labil di Afrika Utara terutama Libya serta negara-negara Timur Tengah, para penyelundup manusia mengintensifkan bisnis mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Renzi juga menyebut Libya sebagai kunci masalahnya dengan menyebutnya sebagai titik awal pemberangkatan imigran-imigran gelap itu ke Italia melalui laut. Ia menyebut jumlah perahu penyelamat bukan sebagai persoalannya, melainkan bagaimana mencegah para imigran itu berangkat.

Perbedaan sikap antara 28 negara anggota Uni Eropa tampak jelas tahun lalu, ketika Italia menolak melakukan operasi penyelamatan dan pencarian terhadap korban-korban insiden perahu imigran setelah negara itu dibanjiri lebih dari 100.000 imigran.

Uni Eropa menggantinya dengan operasi pengamanan yang dilakukan oleh Frontex, organisasi kerjasama Eropa untuk pengawasan wilayah, yang memiliki kewenangan, anggaran dan sumber daya yang jauh lebih terbatas.

Beberapa politisi Italia menyarankan dilakukannya blokade laut, namun Renzi menolaknya dengan dalih hal itu justru akan mendorong semakin banyaknya penyelundupan yang merasa lebih aman dari bencana dengan adanya banyak kapal laut Italia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL