foto: bisnis.com

foto: bisnis.com

Jakarta, LiputanIslam.com–Segera setelah para capres-cawapres Indonesia resmi mendaftarkan diri ke KPU, berbagai black campaign (kampanye hitam) mulai bertebaran dari kedua belah pihak. Isu sektarian adalah salah satu alat yang dipakai dalam kampanye hitam ini. Setelah isyu Syiah-nya Jokowi, kali ini Jusuf Kalla (JK) yang maju sebagai calon wakil presiden Jokowi dicap tak bijak karena membela Syiah.

Situs Gemaislam.com (GI) kemarin (20/5) menulis, JK menampik anggapan bahwa Syiah adalah golongan sesat. Saat ditanya tentang kesesatan syiah, JK menjawab, “Semua ini tidak benar (sesat dan bahayanya Syi’ah), ini hanya fitnah dan tuduhan dari Wahabi”. Atas dasar ini, GI menyatakan, “JK belum  bisa dijadikan wakil umat Islam”.

Sementara itu, persis di sebelah berita tersebut, situs GI memberitakan secara positif tentang Prabowo yang menginginkan semua muslim behaji ke Baitullah.

– See more at: http://gemaislam.com/berita/indonesia-news-menuitem/2399-diberitahu-bahaya-dan-sesatnya-syi-ah-jk-itu-adalah-fitnah-dari-wahabi#sthash.FCQHrsZ1.dpuf

Kegiatan JK sebagai ketua DMI (Dewan Mesjid Indonesia) yang melakukan kerja sama pengelolaan mesjid dengan Iran juga mendapat sorotan dari situs itu. GI menulis, “Seperti diketahui, hubungan JK sebagai Ketua DMI, cukup dekat dengan para ulama Syi’ah di Iran, bahkan DMI pada tahun 2013 silam berencana akan kerjasama dengan Dewan Masjid Iran.”

Sebelumnya, JK pernah memberikan penjelasan mengenai hal ini. Dalam laporan majalah Gatra (28/5/2013) JK mengatakan, “Masalahnya Indonesia dan Iran memiliki kesamaan yaitu tentang tata kelola masjid yang hingga kini masih minim bantuan dari pemerintah,Ini juga menjadi ajang silaturahmi salah satu Wakil Presiden Iran yang juga menjabat sebagai ketua DMI. Kita berbagi pengalaman masing-masing.”

Penggunaan isyu agama ini harus dicermati karena berpotensi untuk menyeret bangsa pada perpecahan. Hal ini ditekankan oleh Menteri Agama RI, Suryadarma Ali, seperti yang dikutip dari situs Kemenag. Menag menegaskan, “Isu-isu agama sangatlah potensial untuk dimanfaatkan demi kepentingan kelompok atau golongan tertentu. Penggunaan isu agama ini dinilai sangat rawan memicu konflik antarpendukung yang bisa berujung timbulnya perpecahan di tengah masyarakat.”(fm/liputanislam.com)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL