rafida royDhaka, LiputanIslam.com — Istri blogger Bangladesh yang tewas dibunuh karena mempromosikan atheisme bertekad akan meneruskan ‘perjuangan’ suaminya.

Rafida Bonya Ahmed adalah istri Avijit Roy, blogger warga negara AS keturunan Bangladesh yang tewas dibunuh usai menghadiri pameran buku di Dhaka bulan lalu. Ia dibunuh oleh sekelompok ekstremis karena dianggap mengkampanyekan atheisme dan sekularisme serta melecehkan Islam.

“Saya akan kembali vokal untuk mengekspresikan apa yang kami percayai. Saya tidak akan diam meski suami saya meninggal karenanya,” kata Rafida kepada BBC News sebagaimana dilansir media itu, Rabu (11/3). Ia berbicara di suatu tempat yang dirahasiakan.

Rafida menyebut bahwa fundamentalisme telah mengakar kuat di Bangladesh, dan harus dilawan. Ia juga menyebut dirinya mengalami proses penyembuhan yang lambat setelah terluka dalam insiden penyerangan tersebut.

Penyerangan tersebut terjadi tanggal 26 Februari di dekat Universitas Dhaka dimana ia dan suaminya menghadiri acara pameran buku. Saat itu sekelompok orang yang bersenjatakan pisau pemotong daging, menyerang suaminya dan dirinya. Suaminya tewas akibat serangan itu, sementara dirinya mengalami luka-luka di bagian kepala dan tangan dan sebuah jarinya terpotong.

Keluarga Roy di Bangladesh mengatakan telah menerima ancaman-ancaman pembunuhan setelah Roy sering mempublikasikan pandangan-pandangannya tentang sekularisme, atheisme dan Islam, di blognya yang berbahasa Bengali, Mukto-mona (Pikiran Bebas). Roy memuji-muji atheisme sebagai ‘konsep rasional’ dan agama dilecehkannya sebagai ‘kepercayaan yang tidak ilmiah dan tidak rasional’.

Pada tanggal 2 Maret polisi menangkap Farabi Shafiur Rahman, orang yang telah mengeluarkan ancaman pembunuhan kepada Roy melalui media sosial. Selain itu polisi juga melibatkan biro penyidik federal AS FBI dalam penyidikan kasus itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*