schoolraidGaza, LiputanIslam.com—Militer Israel menyatakan telah menutup kasus pengeboman sebuah sekolah PBB di Rafah, Gaza selatan. Penyerangan tersebut terjadi dalam agresi selama 50 hari di Gaza pada tahun 2014.

Pengeboman sekolah yang saat itu menampung 3000 warga Palestina yang terlantar selama agresi tersebut telah mendatangkan kecaman keras dari internasional, termasuk sekutu Israel sendiri, yaitu Amerika dan Prancis.

Setelah dilakukan investigasi, militer Israel membuat laporan sebanyak 21 halaman yang menyatakan bahwa kasus tersebut telah ditutup, juga kasus-kasus lain yang berhubungan dengan perusakan selama invasi. Pihak Israel juga menyatakan bahwa mereka “tidak membuat kesalahan” dalam penyerangan yang telah membuat 10 wanita dan anak-anak Palestina terbunuh.

Pengeboman sekolah PBB terjadi ketika anak-anak dan beberapa orang dewasa sedang berkerumun di pagar sekolah membeli biskuit dan permen yang dijual oleh penduduk lokal.

“Keputusan pengeboman tersebut dilakukan oleh pihak yang kompeten, dan obyek yang diserang memang sah secara hukum,” kata pihak Israel yang mengklaim bahwa militer mereka menemukan tiga orang pemberontak di dekat sekolah.

Invasi pada bulan Juli sampai Agustus 2014 itu telah membunuh lebih dari 2.200 orang Palestina, 73 tentara Israel, dan merusak ribuan rumah di Gaza. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL