Tepi Barat, LiputanIslam.com—Dewan Pembebasan Bersyarat di penjara Rimonim telah menolak pengajuan pembebasan dini dari aktivis remaja Palestina, Ahed Tamimi.

Menurut laporan dari stasiun berita Israel, Channel 10, Ahed yang dijatuhi hukuman pidana selama 8 bulan itu mengajukan pembebasan bersyarat setelah dua bulan menjalani pidana.

Sebelumnya, layanan keamanan publik Israel, Shin Bet, merekomendasikan pihak berwenang agar tidak membebaskan Ahed dengan dalih bahwa gadis berumur 17 tahun itu memiliki “ideologi yang berbahaya”.

Selama masa pengusulan pembebasan bersyarat itu, Ahed mengatakan bahwa dirinya akan “keluar dari penjara dengan kepala tegak.”

Ahed Tamimi ditahan pada 19 Desember 2017 lalu, setelah ibunya Nariman Tamimi mengunggah rekaman yang memperlihatkan dirinya bercekcok dengan tentara Israel yang memasuki halaman belakang rumahnya tanpa izin.

Nariman juga dipenjara selama 8 bulan dengan denda sebanyak 6.000 shekel ($1.724) dan tambahan pidana 3 tahun karena membantu menyerang seorang tentara Israel. Sepupu Ahed, Noor, juga dihukum denda sebanyak 2.000 shekel ($575).

Belum lama, sepupu Ahed yang berumur 21 tahun, Izz Al-Din Tamimi, meninggal dunia setelah ditembak oleh tentara di desa Nabi Saleh, Tepi Barat. Saksi mata dan aktivis menyebut pasukan Israel mencegah tim medis Palestina mengobati Izz Al-Din, sebelum tubuhnya dibawa oleh tentara. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*