nelayan palestina

nelayan palestina

Bait Lahiya, LiputanIslam.com– Ibrahim alMuslimi, seorang petani 60 tahun, berulang kali terkena tembakan di lahan pertanian di Jalur Gaza utara, kurang dari satu kilometer dari perbatasan Israel. Muslimi adalah salah satu korban dari pelanggaran perjanjian gencatan senjata yang dilakukan Israel.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri di Gaza, Iyad alBozom, mengatakan bahwa Israel secara rutin melanggar perjanjian gencatan senjata PalestinaIsrael sejak ditandatangani pada 26 Agustus. Pada bulan Oktober saja, ada lebih dari 15 kasus penembakan Israel, sebagian besar terhadap nelayan, selain tiga luka dan lima kasus penangkapan di laut.

Menurut perjanjian tersebut, blokade akan dicabut, penyeberangan akan dibuka dan bahan rekonstruksi akan diizinkan untuk masuk. Sayangnya, sejak hari pertama penandatanganan perjanjian, bahan rekonstruksi gagal masuk,kata Bozom seperti dikutip Al Monitor (26/11).

Israel juga menutup perbatasan Gaza pada 24 November untuk mencegah ekspor sayuran dari Jalur Gaza ke Tepi Barat dan beberapa negara Arab. Padahal, salah satu poin yang paling penting dari gencatan senjata adalah pembukaan penyeberangan.

Muslimi, petani yang menjadi korban tembakan tentara Israel mengatakan kepada Al-Monitor bahwa petani di daerah perbatasan merasakan tembakan hampir setiap hari.

Sejak akhir perang Israel dan penandatanganan perjanjian gencatan senjata, kami belum merasakan keamanan di wilayah kami,” kata Muslimi.

Setiap kali kami berada di sana, kami merasa seperti sedang menunggu kematian dan bahwa kami akan terkena peluru atau rudal Israel setiap saat. Israel menembak kami demi menakut-nakuti, mendorong kami untuk meninggalkan wilayah kami dan mengosongkan daerah perbatasan Palestina, ” lanjutnya.

Israel juga mencegah nelayan Palestina di lepas pantai Gaza mengakses wilayah enam mil laut, yang disepakati dalam perjanjian gencatan senjata. Israel menembak para nelayan, menghancurkan kapal, serta menangkap mereka.

Rashad Farhat, seorang nelayan dari kota Rafah, mengeluhkan frekuensi serangan angkatan laut Israel. 

Farhat mengatakan, Tak satu pun dari para nelayan telah menyeberangi enam mil, tapi kapal perang Israel yang dikenal sebagai Corvette selalu menghantui kami dan membuat kami mundur ke jarak dekat dengan pantai. Banyak banyak nelayan yang ditangkap dan sejumlah kapal disita dan ditarik ke pelabuhan Ashdod.” (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL