israel netanyahu-angryTel Aviv, LiputanIslam.com–Tokoh oposisi terkemuka Israel, Tzipi Livni, mengkritik keras kebijakan luar negeri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Livni menyebut Netanyahu telah mendorong Tel Aviv ke dalam krisis.

Livni yang juga ketua Partai Hatnuah ini menuduh Netanyahu membawa Israel ke dalam ‘isolasi diplomatik’. Kritikan ini terkait dengan cara-cara Netanyahu bernegosiasi dengan AS.

Seperti diberitakan Press TV, Jumat (23/1), Gedung Putih mengumumkan bahwa Netanyahu dan Presiden AS, Barack Obama, tidak akan bertemu selama kunjungan PM Israel itu ke Kongres AS pada bulan Maret mendatang. Pernyataan Gedung Putih adalah sinyal kuat dari memburuknya hubungan diplomatik AS-Israel.

Netanyahu menerima undangan dari Juru Bicara Parlemen AS, John Boehner, pada hari  Rabu (21/1) untuk berpidato di depan Kongres AS yang dikuasai Partai Republik pada bulan Maret mendatang. Kesediaan Netanyahu menerima undangan ini disebut Gedung Putih yang saat ini dikuasai Partai Demokrat sebagai “keluar dari kepatutan protokoler”. Bahkan, pejabat senior AS menyebut Netanyahu telah “menampar muka kami” karena menerima undangan itu tanpa berkoordinasi dengan Obama.

“Netanyahu harus ingat bahwa Presiden Obama masih akan menjabat sebagai presiden satu setengah tahun lagi, dan akan ada harga yang harus dibayar [atas sikapnya itu],” kata pejabat yang tak disebutkan namanya itu.

Sebelumnya, Obama telah memperingatkan Netanyahu agar berhenti memprovokasi Kongres AS untuk menerapkan sanksi baru terhadap Iran. Obama juga telah mengancam akan memveto segala bentuk sanksi baru terhadap Iran.

Di lain pihak, Iran juga telah menyampaikan ancamannya. Dalam diskusi panel di World Economic Forum, Davos, Swiss, pada Jumat (23/1), Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, telah mengancam, bila AS menerapkan sanksi baru, Parlemen Iran akan membalasnya dengan cara menyetujui undang-undang peningkatan level pengayaan uranium. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*