Tel Aviv, LiputanIslam.com–Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan lagi komitmen Israel untuk merawat para pemberontak Suriah yang terluka dalam perang sebagai sebuah aksi kemanusiaan. Pernyataan itu ia katakan dalam rapat kabinet pada Minggu (9/4).

Sebagian besar pemberontak yang disebutkan terbukti terhubung dengan kelompok teroris Al-Nusra.

Perawatan Israel tersebut telah menerima perhatian media, namun sedikit yang melaporkan bahwa perawatan tersebut dilakukan diam-diam di rumah sakit militer rahasia. Menurut laporan dari media yang pro-Israel, para tentara Al-Nusra diselamatkan dengan kendaraan militer Israel ke rumah sakit khusus di sepanjang Dataran Tinggi Golan

Israel mengklaim telah merawat lebih dari 3.000 pejuang selama empat tahun terakhir.

Dukungan Tel Aviv terhadap terorisme untuk menggantikan rezim suatu negara telah terdokumentasikan dengan baik. Misalnya, sebelum konflik Suriah mencuat, Israel – bersama dengan sekutu dekatnya, AS–mendanai dan mempersenjatai kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaeda di Iran selama bertahun-tahun. Kelompok-kelompok ini melakukan pemboman dan pembunuhan.

Sebelumnya, Israel pernah tertangkap menciptakan kelompok teroris al-Qaeda di Gaza untuk membenarkan serangan terhadap wilayah-wilayah Palestina.

lmuwan politik Israel juga pernah menyebut ISIS sebagai “alat yang bermanfaat untuk meruntuhkan” rival Israel, seperti Iran, Suriah, dan Lebanon. (AL/Mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL