Yerusalem, LiputanIslam.com—Pemerintah Israel menutup Pusat Penelitian Sistem Informasi Peta dan Geografi Palestina di Yerusalem al-Quds dan menangkap direkturnya atas tuduhan bekerjasama dengan aparat keamanan Palestina.

Kantor pusat penelitian tersebut ditutup pada Selasa (14/03/2017) sampai enam bulan ke depan.

Pemerintah Israel menyatakan, direktur pusat penelitian yang juga seorang kartografi, Khalil Tafakji, bekerja dengan Pemerintah Palestina untuk memonitor penjualan tanah penduduk Palestina ke penduduk Israel.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel, Gilad Erdan mengatakan bahwa aktivitas Tafakji merupakan “bagian dari rencana pemerintah Palestina untuk menjatuhkan kekuasaan kami di Yerusalem dan meneror penduduk yang menjual tempat tinggal ke orang-orang Yahudi.”

“Saya akan terus bertindak tegas untuk mencegah kedaulatan Palestina di Yerusalem,” tambahnya.

Di bawah hukum Palestina, penjualan tanah ke penduduk Israel adalah ilegal dan diancam dengan hukuman mati.

Pejabat senior Palestina, Saeb Erekat, mengecam penahanan Tafakji dengan mengatakan bahwa langkah tersebut adalah percobaan “menyingkirkan semua orang Palestina dari kota.”

Tafakji membuat peta kawasan Palestina selama kurun waktu bertahun-tahun. Penelitiannya telah menjadi referensi utama dari ahli-ahli internasional dan media dunia. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL