Tepi Barat, LiputanIslam.com–Komite Hubungan Tahanan Palestina mengungkapkan bahwa Israel telah memerintahkan 50.000 penahanan di bawah aturan administrative terhadap warga Palestina sejak tahun 1967.

Sehari sebelum peringatan Hari Tahanan pada Senin (16/4/18), komite tersebut menyebut bahwa jumlah penahanan warga Palestina meningkat tajam sejak 2002.

Penahanan administrative adalah penahanan tanpa tuntutan atau pengadilan yang memperbolehkan Israel untuk memenjarakan orang Palestina sampai 6 bulan. Perintah penahanan ini dapat terus diperbarui sampai jangka waktu tanpa batas.

Pusat Penelitian Tahanan Palestina (PPCS) pun telah meminta badan HAM internasional untuk menekan Israel agar mematuhi keputusan Konvesi Geneva dan menghormati hak-hak para tahanan Palestina.

Ketua PPCS, Raafat Hamdouneh, menyatakan bahwa tahanan Palestina terus menghadapi kondisi yang buruk di penjara Israel.

Menurut Hamdouneh, sebanyak sekitar 6.500 tahanan Palestina dipenjara dalam situasi yang tak dapat ditoleransi, seperti pelarangan jenguk, pelarangan buku dan pendidikan, kualitas makanan yang buruk dan kondisi kesehatan yang memburuk. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*