Yerusalem, LiputanIslam.com–Palestinian Prisoners’ Club melporkan, setidaknya 300 anak Palestina ditahan oleh tentara Israel dalam 3 bulan sejak awal tahun 2017.

Badan HAM ini juga merilis sekumpulan laporan tentang kejahatan tentara Israel di mana anak-anak Palestina ditangkap, dipukuli, dan disika. Laporan ini dirilis dalam rangka memperingati Hari Anak Palestina.

PPC juga meminta UN International Children’s Emergency Fund (UNICEF) dan badan HAM internasional lainnya untuk lebih memperhatikan nasib anak-anak Palestina.

Selain itu, Menteri Kebudayaan Palestina meminta komunitas global untuk menolong anak-anak Palestina yang mengisi 45,8% populasi negara.

Dia menegaskan, serangan Israel terhadap anak-anak ini adalah bukti kuat bahwa Tel Aviv mulai memerangi anak Palestina yang merupakan “penjaga masa depan negara.”

Sampai kini, dilaporkan lebih dari 7.000 orang Palestina berada di dalam penjara Israel. Sistem peradilan rezim Israel juga diketaui sering menjatuhkan vonis-vonis tidak adil atas warga Palestina.

Isa Qaraqe,Ketua Komite urusan tahanan dan mantan tahanan Palestina mengatakan, 470 tahanan Palestina di penjara-penjara Israel beberapa kali dijatuhi hukuman seumur hidup. Menurut Qaraqe, 42 tahanan Palestina juga divonis hukuman penjara selama lebih dari 20 tahun dan 16 tahanan lainnya lebih dari 25 tahun.

Israel tak segan-segan melakukan kejahatan dalam bentuk apapun terhadap rakyat Palestina. Perang, blokade total, pengusiran paksa, pembangunan distrik di wilayah-wilayah permukiman penduduk Palestina, melarang pengiriman bantuan kemanusiaan, memusnahkan rumah sakit dan fasilitas pendidikan, menutup mata atas hak-hak warga dan menerapkan diskriminasi terhadap rakyat Palestina di wilayah pendudukan, merupakan sebagian kejahatan nyata yang dipraktikkan rezim Israel. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL