Tepi Barat, LiputanIslam.com—Pemerintah Israel akan mengesahkan rencana konstruksi sekitar 4.000 unit pemukiman baru di kawasan pendudukan Tepi Barat meski mendapat kecaman dari berbagai komunitas internasional.

Seperti laporan dari media Israel, Jerusalem Post, seorang pejabat Israel pada Senin (9/10/17) mengumumkan bahwa Dewan Perencanaan Tinggi untuk Tepi Barat akan menyetujui rencana itu dalam rapat pada hari Senin dan Selasa.

Sedangkan televisi Channel 2 Israel melaporkan Minggu malam bahwa terdapat 3.829 unit pemukiman yang siap dibangun dan dikembangkan di kawasan Negohot, Rehalim, Har Bracha, Kochav Ya’acov, Ma’aleh Michmash, Kfar Etzion, Beit El, Tekoa, Avnei Hefetz dan Nofim. Semua kawasan ini berada dalam Tepi Barat.

Sampai kini, terdapat sekitar 600.000 warga Israel yang tinggal di berbagai pemukiman yang dibangun secara ilegal sejak tahun 1967. Aktivitas konstruksi pemukiman ini naik tiga kali lipat dalam  6 bulan pertama di tahun 2017, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Ekspansi pemukiman Israel ini merupakan salah satu hambatan utama dalam mencapai perdamaian di Timur Tengah. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL