Yerusalem, LiputanIslam.com—Pemerintah Israel telah menyetujui pembangunan 212 unit pemukiman baru di perumahan Pisgat Ze’ev dan Ramat Shlomo di Yerusalem timur. Demikian  dilansir dari kantor berita Presstv pada Rabu (19/4).

Proyek ini merupakan bagian dari langkah rezim Tel Aviv untuk membangun lebih banyak pemukiman di tanah jajahan Palestina. Pemerintah AS pun telah memberikan lampu hijau untuk kegiatan konstruksi ini.

Pada hari Rabu (19/4), Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan bahwa proyek konstruksi baru Yerusalem timur bertentangan dengan Resolusi 2334 oleh Dewan Keamanan PBB. Resolusi tersebut, yang diadopsi pada bulan Desember 2016, memandang pembangunan pemukiman Israel sebagai proyek yang “melanggar hukum internasional”.

Kemenlu Palestina menambahkan, proyek ini merupakan upaya untuk merebut lebih banyak lagi tanah Palestina dan menghalangi upaya internasional untuk menghidupkan kembali perundingan antara kedua negara.

Selain itu, Kemenlu Palestina mendesak masyarakat internasional untuk gigih mendukung Resolusi 2334 dalam menekan Israel agar mengakhiri kebijakan perluasan pemukimannya di Yerusalem al-Quds.

Sampai sekarang, terdapat lebih dari 230 pemukiman yang dibangun sejak Israel menduduki Palestina pada tahun 1967. Meski dikecam oleh berbagai organisasi internasional, pemerintah Tel Aviv semakin mempercepat kegiatan perampasan tanah Palestina, terutama setelah Presiden AS Donald Trump berkuasa pada awal tahun ini. (AL/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL