israel demolishRamallah, liputanislam.com — Pasukan Israel menyerang sebuah desa Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat, yang dijadikan sebagai tempat aksi demonstrasi menentang upaya Israel merampas tanah-tanah warga Palestina.

Menurut berbagai laporan, tentara Israel menyerbu desa al-Awdeh pada hari Senin (3/2) dan menghancurkan tenda-tenda yang dijadikan sebagai “markas” aksi protes. Pasukan Israel juga menahan beberapa aktifis pembela hak-hak warga Palestina.

Desa “tenda” tersebut didirikan di Lembah Sungai Jordan oleh warga Palestina dan para aktifis kemanusiaan internasional pada hari Sabtu (1/2), sebagai bentuk protes atas aksi-aksi perampasan tanah-tanah milik warga Palestina yang dilakukan Israel secara sistematis.

Meski diserbu Israel, para aktifis menyatakan tekadnya untuk terus meberi dukungan kepada warga Palestina dan meneruskan aksi protes mereka.

Aksi penghancuran dan perampasan properti milik warga Palestina terus terjadi di kawasan Lembah Sungai Jordan seiring kebijakan pemerintah Israel untuk terus membangun pemukiman-pemukiman yahudi yang dianggap ilegal oleh masyarakat dan hukum internasional, termasuk oleh sekutu utama Israel, Amerika. Lebih dari 90% wilayah Lembah Sungai Jordan kini berada di bawah kontrol Israel. Wilayah ini merupakan bagian dari wilayah pendudukan, atau tanah milik banga Palestina yang diduduki Israel, sejak tahun 1967 ketika Israel melancarkan serangan kilat terhadap wilayah Palestina, Yordania, Suriah dan Mesir.

Pada tgl 30 Januari, James Rawley, koordinator kemanusiaan PBB di wilayah pendudukan mengecam Israel atas aksinya menghancurkan 36 rumah warga Palestina di Khirba Jamal, Lembah Jordan. Akibat aksi tersebut sekitar 70 orang warga Palestina termasuk anak-anak, kini menjadi tunawisma.

Rawley mengklaim bahwa selama tahun 2013 sebanyak lebih dari 1.000 warga Palestina telah terusir dari kampung halamannya oleh aksi Israel di wilayah pendudukan.

Israel mengklaim aksi mereka ditujukan terhadap rumah-rumah warga yang didirikan tanpa ijin. Ini merupakan sebuah ironi, warga yang telah ribuan tahun turun-menurun tinggal di kampung halamannya sendiri (Palestina), dianggap sebagai penduduk ilegal, oleh para pendatang Israel.

Mayat Warga Palestina yang Ditahan Israel Selama 10 Tahun Akhirnya Dikuburkan

Sementara itu kabar tragis lainnya terjadi di Palestina. 2 jenasah warga Palestina yang telah ditahan oleh rezim Israel akhirnya berhasil dikebumikan dengan layak.

Pada hari Senin (3/2) ribuan warga Palestina menghadiri pemakaman 2 jenasah tersebut yang dilakukan di Bethlehem, Tepi Barat. Kedua jenasah adalah Ayat al-Akhras dari kamp pengungsi Palestina Duheisha, dan Daoud Abu Swayy dari Desa Artas di Bethlehem, Tepi Barat. Para pelayat mengibar-ngibarkan bendera Palestina membawa jesasah dari rumah sakit Beit Jala ke kamp pengungsi Duheisha, selanjutnya ke Artas, sebelum akhirnya dikebumikan di pemakaman al-Shuhada.

“Saya sedih sekaligus bahagia hari ini,” kata ibunda Akhras perihal dikebumikannya putrinya.

“Kini ia terbaring di kuburan dimana saya bisa mengunjunginya setiap saat,” tambahnya.

Kedua jenasah dikembalikan kepada keluarganya pada hari Minggu (2/2) setelah para aktifis melakukan protes terhadap penahanan mereka.

Akhras meninggal tahun 2002 dan Swayy setahun sebelumnya, di dalam penahanan Israel. Namun Israel menolak mengembalikan jenasah keduanya kepada keluarganya untuk dimakamkan seperti seharusnya. Menurut para pejabat Palestina, rezim zionis Israel masih menahan ribuan jenasah warga Palestina lainnya.(ca/presss tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL