Tel Aviv, LiputanIslam.com—Pemerintah Israel menyetujui rencana pembangunan sebanyak 1.292 unit pemukiman ilegal di Tepi Barat, seperti dilaporkan oleh organisasi yang memonitor pemukiman, Peace Now, pada Rabu (18/10/17).

Berdasarkan informasi dari pejabat Israel, ada total 12.000 unit tempat tinggal yang akan diterima dalam tahap yang berbeda selama 2017, empat kali lebih banyak dari tahun lalu.

Bangunan pemukiman di kawasan pendudukan Tepi Barat dan Yerusalem timur dianggap ilegal di bawah hukum internasional.

Sejak awal masa pemerintahan Presiden AS Donald Trump, rezim Tel Aviv memperbanyak pembangunan pemukiman di kawasan pendudukan walaupun menyeleweng hukum internasional.

Sekitar 600.000 orang Israel tinggal di lebih dari 230 pemukiman sejak 1967 di Tepi Barat. Kawasan tersebut merupakan bagian dari negara masa depan Palestina, dengan Yerusalem utara sebagai ibukotanya.

Ekspansi pemukiman ini diketahui menjadi salah satu hambatan terbesar bagi perdamaian di Timur Tengah. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL