Tepi Barat, LiputanIslam.com–Israel mengatakan, mereka telah menyelesaikan pembangunan dinding pembatas di dekat kota al-Khalil (Hebron), Tepi Barat selatan.

Dalam statemen yang dirilis pada Rabu (2/8/17), Menteri Hubungan Militer Israel Avigdor Liberman mengumumkan bahwa mereka telah “memasang dinding beton terakhir, dan merampungkan dinding sepanjang 42-kilometer antara [desa] Tarkumia dan Meitar.”

Liberman mengatakan, perampungan dinding di Tepi Barat ini adalah sebuah upaya untuk meningkatkan keamanan penduduk di kawasan tersebut secara signifikan.

Dinding pembatas tersebut terbuat dari tembok beton, kawat berduri, dan berdiri sepanjang 712 kilometer. Rezim Israel telah membangun dinding ini sejak tahun 2002.

Pemerintah Tel Aviv mengklaim proyek ini ditujukan untuk mencegah penyusupan ke kawasan pendudukan, namun warga Palestina menilai langkah ini sebagai sebuah kejahatan atas hak-hak penduduk karena telah merampas tanah mereka.

Di masa yang akan datang, dinding pembatas ini akan mengisolasi 9,4 persen kawasan Tepi Barat, termasuk Yerusalem al-Quds timur, seperti dilaporkan oleh Badan Koodinasi Hubungan Kemanusiaan PBB (OCHA).

Padahal, sejak tahun 2004 lalu, Pengadilan Tinggi Internasional sudah menegaskan bahwa dinding apartheid itu menyeleweng hukum internasional. Israel pun sudah diminta untuk menyingkirkan dinding itu dari kawasan pendudukan Palestina. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL