Israeli Police

Sumber Foto; Press TV

Al-Quds, LiputanIslam.com — Polisi Israel mengatakan bahwa mereka akan membatasi akses bagi umat Islam untuk memasuki komplek suci Masjid al- Aqsa di Yerusalem saat shalat Jumat.

Juru bicara kepolisian yaitu  Luba Samri mengatakan pada hari Kamis bahwa pria di bawah usia 50 tahun akan dilarang shalat Jumat. Masjid al-Aqsa merupakan situs suci Islam yang ketiga setelah Mekkah dan Madinah di Arab Saudi .

Pada hari Selasa, AFP mengutip juru bicara kepolisian Micky Rosenfeld, disebutkan  bahwa polisi telah memasuki komplek suci untuk membubarkan para demonstran Palestina. Rosenfeld mengatakan polisi telah menggunakan alat dispersi terhadap pengunjuk rasa.

Dalam beberapa bulan terakhir, pasukan Israel maupun penduduknya, telah meningkatkan serangan mereka pada masjid. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya konfrontasi kekerasan antara kedua belah pihak, seperti yang dilaporkan Press TV.

Pada awal bulan ini, pasukan Israel menyerbu tempat suci al – Quds saat shalat Jumat. Tentara Israel menembakkan peluru karet dan granat kejut pada orang-orang yang berdoa di masjid. Setidaknya 20 orang, termasuk anak-anak, terluka dalam kekerasan itu.

Juga pada hari Selasa, Knesset (parlemen Israel) membahas rencana untuk mencaplok situs, tetapi rapat tersebut tidak menghasilkan suara atau langkah-langkah praktis. Organisasi Kerjasama Islam pada hari Rabu mengutuk rapat tersebut sebagai ‘eskalasi berbahaya’,  dan disebutkan juga bahwa hal ini merupakan bagian dari rencana Israel untuk ‘Yahudisasi Yerusalem’.

Otoritas Palestina dan gerakan perlawanan Hamas juga telah memperingatkan terhadap rencana Israel untuk memaksakan kedaulatan di Masjid al – Aqsa. (LiputanIslam.com/AF)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL