New York, LiputanIslam.com–Badan transparansi Coalition for Accountability and Integrity melaporkan,  Israel telah melakukan pemerasan kepada negara-negara berkembang agar mendapat dukungan di PBB.

Dalam website mereka, direktur Coalition for Accountability and Integrity Azmi Shuaibi mengatakan, Israel menggunakan dana alokasi PBB untuk membeli suara dukungan.

“Dalam tiga tahun terakhir, organisasi ini memonitor kejahatan yang dilakukan oleh Menlu Israel,” kata Shuaibi.

Salah satu kasus pemerasan adalah kepada pemerintah Nigeria di mana Israel memaksa mereka untuk mencabut dukungan atas resolusi PBB untuk mengakhiri penjajahan di tanah Palestina. Draft resolusi ini dikeluarkan pada tanggal 31 Desember 2015.

Shuaibi menjelaskan bahwa Palestina sempat menerima pernyataan tertulis dari Nigeria bahwa mereka telah mendukung resolusi tersebut. Namun setelah itu Nigeria membatalkan dukungan mereka “karena diperas oleh Israel.”

Dia mencatat bahwa Israel memotong alokasi dana ke PBB menyusul keluarnya Resolusi 2334 UNSC yang mengecam pemukiman Israel di Palestina. Dana tersebut kemudian digunakan untuk “memaksa dan memeras” negara-negara berkembang.

Kemenlu Israel mengklaim hal tersebut merupakan upaya untuk memperbaiki praktik “diskriminasi” yang dilakukan PBB terhadap Israel. (ra/mitpressnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL