Tel Aviv, Liputanislam.com – Menteri Kehakiman Israel, Ayelet Shaked, mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan Trump karena telah menyelamatkan Israel sebagai ‘punching bag (target kritikan)’ PBB. Demikian laporan yang dilansir kantor berita Sputnik pada Senin (8/4).

Pernyataan itu dilontarkannya  setelah mengikuti acara Konferensi Tahunan Jerusalem Post di New York  yang membahas Resolusi 2332 Dewan Keamanan PBB.

Resolusi tersebut menyatakan bahwa aksi Israel di Palestina adalah sebuah “pelanggaran” terhadap hukum internasional dan “tidak memiliki keabsahan hukum” alias ilegal.

Shaked menilai, kini setelah Donald Trump menjadi presiden AS, Israel akhirnya memiliki teman di PBB untuk  melawan negara-negara yang sudah lama anti terhadap Israel.

“Israel tidak akan lagi menjadi target kritikan PBB,” tegas Shaked, “Kami tegas menolak resolusi 2334 PBB tersebut. Kami menolaknya atas dasar hukum, moral, dan etika!”

Selain itu, Shaked juga memuji Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley.  Ia mengatakan, “Israel akhirnya merasa memiliki seseorang yang memimpin keadilan dan moral di sebuah tempat yang tak punya nilai-nilai itu. Kita merasa bahwa suara kita akhirnya akan didengar di Majelis Umum PBB.”

Sebelumnya, Haley dalam pidatonya di Konferensi AIPAC 2017 menyampaikan sumpah bahwa AS akan menjadi sekutu Israel yang setia dan tidak akan membiarkan PBB mengeluarkan resolusi lain yang mengecam Israel.

“Saya berharap pemerintah Trump tidak langsung mengadopsi solusi dua-negara yang didukung pemerintah sebelumnya,” ucap Haley. (AL/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL