Anata, Tepi Barat, LiputanIslam.com—Israel telah membuka jalan raya yang baru dibuka di kawasan pendudukan di Tepi Barat yang dikecam oleh warga Palestina dan disebut sebagai “Jalan Apartheid”.

Jalan baru yang dielu-elukan warga Israel ini  adalah bagian operasional pertama dari jalan lingkar timur di sekitar Yerusalem yang dapat menghalangi akses warga Palestina ke bagian Tepi Barat dan mengancam negara Palestina di masa depan.

Jalan yang disebut Rute 4370 itu memiliki tembok tinggi di tengah, di atasnya dipagari dengan pagar yang memisahkan jalan menjadi dua jalur dua arah yang terpisah.

Sisi barat diperuntukkan bagi warga Palestina di Tepi Barat untuk berkeliling Yerusalem, yang tidak bisa mereka masuki tanpa izin militer Israel, sementara sisi timur melayani pemukim Israel yang pergi ke dan dari Yerusalem.

Warga Palestina dari desa Anata, yang terletak di pinggiran Yerusalem tetapi dipisahkan dari kota oleh tembok pembatas Israel, mengatakan, sebagian jalan raya dibangun di atas tanah Anata.

“Siapa pun dapat melihat rencana Israel,” kata warga bernama Ahmed Rifea, “Beberapa bulan yang lalu mereka ingin mengambil Khan al-Ahmar, sekarang mereka membangun jalan baru ini? Mereka ingin mengambil tanah ini,” kata Rifea.

Awalnya kawasan Anata mencakup 35.000 kilometer persegi, namun kini  telah menyusut menjadi 1.000 km persegi karena lebih dari 90 persennya terletak di Area C. Menurut  Kesepakatan Oslo, Area C ditempatkan di bawah kontrol otoritas Israel.

Keluarga Rifea memiliki ratusan dunam (puluhan hektar) tanah di Anata, tetapi hampir semuanya telah disita oleh Israel untuk pembangunan jalan dan pemukiman ilegal Yahudi.

Rute 4370 membentang ke timur laut Yerusalem melewati Khan al-Ahmar dan pemukiman Yahudi ilegal Maale Adumim – di daerah kontroversial yang dikenal sebagai E-1, yang terletak di pinggiran timur Yerusalem.

Otoritas Israel ingin mencaplok E-1 sebagai bagian dari rencana “Greater Jerusalem” untuk menggambar ulang perbatasan kota. Desa Khan al-Ahmar telah menghalangi rencana ini, dan inilah kemungkinan alasan mengapa Israel memerintahkan pembongkaran terhadap rumah-rumah di desa itu.

Aneksasi E-1 juga akan menggusur sekitar 140.000 warga Palestina yang tinggal di kota-kota dan desa-desa di Yerusalem Timur, seperti Anata. Selain itu, langkah ini akan melanjutkan fragmentasi Israel di Tepi Barat dengan membagi dua kota-kota Palestina utara dari selatan, membuat rencana pendirian negara Palestina di masa depan menjadi semakin tidak mungkin. (ra/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*