moralesLa Paz, LiputanIslam.com — Dua hari sudah Presiden Bolivia Evo Morales menyatakan Israel sebagai “negara teroris”, sebagai reaksi atas kekejaman Israel di Gaza. Namun tidak ada komentar apapun dari Israel maupun sekutu utama sekaligus pelindungnya, Amerika.

Sebagaimana dilaporkan berbagai media massa internasional, pada hari Rabu (30/7) lalu Evo Morales menyatakan Israel sebagai “negara teroris” dan mencabut status bebas visa bagi warga negara Israel untuk memasuki Bolivia.

Dilaporkan laInfo.es, hari Rabu, dalam sebuah acara di kota Cochabamba (center) Morales mengatakan bahwa keputusan deklarasi negara teroris Israel diambil melalui sidang kabinet dengan alasan “Israel tidak menghormati prinsip-prinsip dan tujuan-tujuan dari Piagam PBB dan Deklarasi Universal HAM.”

“Sebagai sebuah negara, sebagai satu rakyat, kami telah mengambil keputusan tegas untuk menghentikan perjanjian visa dengan Israel yang ditandatangani tanggal 17 Agustus 1972 oleh regim diktator di Bolivia yang membolehkan warga Israel bebas masuk ke Bolivia tanpa membawa visa,“ kata Morales.

Dengan paraturan yang baru, menurut Morales, Israel berubah dari kelompok negara “pertama” menjagi kelompok negara “ketiga” dalam hal pengurusan ijin masuk ke Bolivia.

“Saudara-saudara, menjadi negara “ketiga” berarti kita mendeklarasikan sebagai negara teroris, sehingga kita harus melakukan langkah-langkah pencegahan atas datangnya warga mereka ke Bolivia,” kata Morales.

Dalam kelompok negara “pertama” adalah negara-negara anggota Andean Community, Mercosur dan Uni Eropa, yang warga negaranya tidak membutuhkan visa untuk masuk ke Bolivia, kecuali passport dan beberapa dokumen lain.

Pada tahun 2009, Morales memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina, menyusul serangan Israel atas Gaza antara akhir tahun 2008 sampai awal 2009.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL