Gaza, LiputanIslam.com–Pemerintah Israel telah mengurangi suplai gas helium ke kawasan Jalur Gaza. Padahal, gas helium merupakan salah satu kebutuhan penting bagi berbagai rumah sakit di Gaza.

Menurut pengumuman dari badan Koordinator Aktivitas Pemerintah di Kawasan (COGAT) Israel, Maj-Gen. Kamil Abu Kokun, pada Selasa (12/6/18), tindakan tersebut dilakukan karena adanya “elemen teroris” Palestina yang menggunakan gas helium untuk bom Molotov.

Jenderal Abu Kokun menyatakan, jika penggunaan gas helium untuk penyerangan tidak dihentikan, seluruh suplai helium akan dipotong dan “tanggung jawabnya akan jatuh kepada kelompok teroris Hamas.”

“Organisasi teror Hamas tidak ragu mengambil tindakan ekstrem, termasuk dengan mengeksploitasi upaya kemanusiaan untuk melakukan aksi teror, berkebalikan dengan upaya Israel untuk mencegah kemunduran sipil di Jalur Gaza dan menyediakan kebutuhan kemanusiaan,” kata Abu Kokun, seperti dilansir oleh Times of Israel.

Pemotongan suplai gas helium akan sangat menganggu operasi rumah sakit di Gaza. Pasalnya, gas tersebut vital bagi alat-alat medis seperti untuk mendinginkan mesin MRI. (ra/rt)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*