Ramallah, LiputanIslam.com–Pengadilan militer bagi remaja Palestina yang didakwa menampar dua tentara Israel kembali ditunda untuk kedua kalinya. Kali ini, pengadilan diundur sampai tanggal 13 Februari nanti.

Pengacara Ahed Tamimi, Gaby Lasky, mengumumkan kabar ini pada Minggu (4/2/18) kemarin.

Ahed dan ibunya, Nariman, diminta terus ditahan di penjara sepanjang masa pengadilan mereka.

Ahed didakwa dengan 12 tuntutan dan dapat menerima hukuman penjara yang lama jika dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

Sepupu Ahed, Nour (20) juga terkena dakwaan dari militer Israel namun dibebaskan dengan jaminan. Pengadilannya juga akan dilakukan pada 13 Februari.

Melihat jadwal pengadilan Israel yang terus ditunda secara sewenang-wenang, Komisioner Tinggi PBB untuk HAM (OHCHR) pun mengkritik penanganan kasus ini oleh pemerintah Israel.

Uni Eropa juga telah menyampaikan keprihatinan atas penangkapan Ahed di penjara Israel.

Menurut ketua Palestinian Prisoners Club, Qadoura Fares, dakwaan terhadap Ahed palsu karena “tujuan mereka [Israel] adalah untuk meneror orang, dan mereka mencoba menghalangi anak-anak dan lainnya.”

Ahed, yang baru-baru ini berulang tahun ke-17, menjadi ikon dari gerakan perlawanan anak muda Palestina setelah video aksinya menampar tentara Israel menyebar. Sebelumnya, tentara Israel menembak sepupu Ahed di wajah. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL