Tel Aviv, LiputanIslam.com–Pemerintah Israel kembali menindak keras gerakan boikot Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) dengan memberlakukan peraturan yang lebih tegas kepada orang-orang yang mendukung kampanye pro-Palestina dari gerakan tersebut.

Berdasarkan laporan dari media Israel pada Kamis (15/2/18), pemerintah Israel tengah mempersiapkan daftar hitam atas individual dan perusahaan yang mendukung gerakan BDS. Invidu atau perusahaan ini akan ditolak dalam pemotongan pajak dan berpartisipasi dalam tender.

Menteri Keuangan Israel, Moshe Kahlon, diperkirakan akan menyetujui peraturan baru ini dalam beberapa hari di depan.

Untuk membuat daftar hitam ini, beberapa pejabat di kementerian hubungan strategis Israel mengatakan mereka membutuhkan daftar organisasi-organisasi lokal dan aktivis.

“Ya, akan ada daftar hitam, jika ada individu [Israel] yang mengetuai NGO atau organisasi apapun yang mendukung BDS,” ucap seorang pejabat.

Menurut pejabat tersebut, Tel Aviv juga berencana mengubah undang-undang boikot yang disahkan tahun lalu supaya memungkinkan pengajuan tuntutan hukum perdata terhadap pendukung BDS.

Pada bulan Maret tahun lalu, dewan perwakilan Israel juga mengeluarkan kebijakan yang mencegah pemimpin gerakan BDS memasuki wilayah pendudukan Palestina. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*