Gaza, LiputanIslam.com–Rezim Israel kembali mengurangi batas zona penangkapan ikan di pesisir Gaza setelah adanya dugaan peluncuran bom balon.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Kamis (23/5), Koordinator Kegiatan Pemerintah di Kawasan (COGAT), sebuah unit di kementerian militer Israel yang mengawasi masalah sipil di tanah Palestina, mengatakan bahwa zona penangkapan ikan di Gaza telah dikurangi dari 15 mil laut ke 10 mil.

“Sebuah keputusan diambil pada Rabu malam ini untuk mengurangi batas zona penangkapan ikan di Jalur Gaza hingga 10 mil laut sampai pemberitahuan lebih lanjut,” sebut COGAT.

Pengumuman itu muncul sehari setelah Israel memperluas zona penangkapan ikan dari 12 mil ke 15 mil laut yang diduga sebagai hasil perjanjian gencatan senjata antara Tel Aviv dan gerakan perlawanan Hamas yang bermarkas di Gaza.

Pada hari Senin sebelumnya, kantor berita Channel 12 melaporkan bahwa Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama enam bulan.

Menurut laporan itu, perjanjian itu mencakup kewajiban bagi Hamas untuk mengakhiri bentrokan dengan pasukan Israel di sepanjang pagar pembatas Gaza dan menghentikan peluncuran bom balon.

Sebagai imbalannya, Israel memperluas zona penangkapan ikan Gaza, mengizinkan obat-obatan dan kebutuhan lain untuk masuk ke wilayah pendudukan, dan penyelesain masalah-masalah sipil seperti listrik, jalur penyeberangan, dan kesehatan.

Namun, Israel dan Hamas membantah laporan tentang kesepakatan ini.

Bom balon dan layang-layang telah menjadi cara baru bagi warga Gaza untuk memprotes rezim penjajahan sejak Maret lalu, ketika Israel mulai menyerang demonstrasi anti-penjajahan di perbatasan Gaza yang diblokade.

Serangan Israel ini telah menewaskan sedikitnya 305 warga Palestina dan melukai lebih dari 17.000 lainnya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*