Tel Aviv, LiputanIslam.com– Seorang anggota kabinet Israel mengatakan, hubungan Israel dengan Presiden AS Donald Trump lebih penting daripada mengecam kelompok neo-Nazi.

Pernyataan tersebut keluar setelah Perdana Menteri Israel Netanyahu menjadi sasaran kritikan publik karena dianggap lambat dalam mengecam tindak ekstrimisme dan anti-Semitisme di demonstrasi sayap kanan AS. Dia hanya menyampaikan kecaman dalam satu tweet pendek – tiga hari setelah insiden berdarah di Charlottesville, Virginia.

Ayoub Kara, menteri komunikasi  dan pendukung keras Netanyahu melanjutkan, seperti dilansir oleh Jarusalem Post, bahwa berpihak kepada Trump merupakan kebutuhan strategis bagi pemerintah sayap-kanan Israel.

“Karena hubungan luar biasa kita dengan AS, kita harus mengeluarkan deklarasi tentang kelompok Nazi dalam proporsi yang tepat,” kata  Kara.

Kita memang harus mengecam anti-Semitisme dan jejak Nazisme, dan saya akan melakukan apapun sebagai seorang menteri untuk mencegah gerakan ini menyebar. Tetapi Trump adalah pemimpin AS terbaik yang pernah dimiliki Israel.”

“Hubungan dia [Donald Trump] dan PM Israel sangat baik, dan setelah bertahan selama bertahun-tahun dengan pemerintah [Barack] Obama yang buruk, Trump sudah jelas merupakan pemimpin terbaik di dunia yang bebas… dan kita tidak boleh membiarkan siapapun menyakitinya.” tegas Kara.

Netanyahu memang sering berbicara melawan anti-Semitisme di negara lain, namun AS tetaplah sekutu Israel yang paling penting karena mereka mendanai Israel sebesar $3 milyar per tahun untuk kebutuhan militer dan juga dukungan diplomatik yang kuat.

Para pengamat pun mengritik sang PM karena telah mengorbankan tanggung jawab moralnya, terutama untuk komunitas Yahudi AS, untuk kepentingan strategis. (ra/mintpressnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL