Bocah suku Badui di depan rumah-rumah yang hancur

Yerusalem, LiputanIslam.com–Otoritas Tanah Israel (ILA) bersama dengan polisi Israel menghancurkan pemukiman suku Badui, al-Araqib, di kawasan Negev pada minggu ini.

Penghancuran pemukiman Palestina ini dilakukan ILA untuk ke-114 kalinya, di mana kali pertama terjadi pada tahun 2010 dan terakhir kali pada bulan Mei lalu.

Bangunan yang dihancurkan dengan bulldozer Israel itu adalah rumah-rumah timah yang dibangun oleh penduduk setempat pada bulan lalu.

Di saat penduduk al-Araqib menderita atas penghancuran tempat tinggal mereka, komunitas Yahudi Israel terus memperluas pemukiman sendiri di tanah Palestina.

Tahun lalu, ILA menyetujui pembangunan lima pemukiman khusus Yahudi di Negev, dua diantaranya berada di kawasan yang sebelumnya menjadi tempat tinggal suku Badui Palestina.

Sejumlah organisasi HAM menilai, penghancuran pemukiman Badui ini berhubungan erat dengan ekspansi pemukiman ilegal orang Yahudi. Mereka mencatat, kebijakan itu bertujuan untuk menyingkirkan pribumi Palestina dan menciptakan lebih banyak pemukiman untuk Yahudi.

Sejak berdirinya Israel pada tahun 1948, pemukiman khusus Yahudi berkulit putih dibangun di atas tanah milik pribumi Palestina. Penduduk asli Palestina disingkirkan secara etnis untuk mengakomodasi Yahudi Eropa memulai hidup baru di Israel.

Meskipun mengalami destruksi terus menerus, suku Badui Palestina bersikap kuat dan menolak untuk direlokasi.

Setelah penghancuran pada bulan lalu, seorang penduduk al-Araqib bernama Sayyah al-Turi mengatakan kepada kantor berita Ma’an bahwa “Semua kejahatan penghancuran tidak menghentikan kami untuk membangun kembali rumah-rumah dan mempertahankan tanah kami. Kami akan bertahan di sini… Kami tidak akan menerima rencana mereka untuk mencabut dan memindahkan kami.”

Al-Araqib adalah satu dari 35 pemukiman suku Badui yang tidak diakui oleh pemerintah Israel. Klasifikasi “unrecognized” ini telah membuat orang Badui tak dapat tinggal lama di desa mereka dan melebarkan komunitas mereka. Pemerintah Israel pun sudah lama menolak memberikan suplai air bersih, listrik, layanan kesehatan dan pendidikan kepada penduduk pemukiman ini. (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL