israel al aqsaAl Quds, LiputanIslam.com — Ulama paling senior di Al Quds (Yerusalem) menuduh polisi Israel telah melemparkan granat setrum ke Masjid ke Al-Aqsa, tempat ketiga paling suci dalam Islam, saat berusaha memadamkan serangkaian protes terbaru Palestina.

Mufti Mohammed Hussein mengatakan dia menyaksikan protes-protes hari Ahad (20/4) itu dan mengatakan polisi melemparkan bom bersuara keras ke dalam Masjid Al-Aqsa. Hussein tidak mengatakan berapa banyak granat mendarat di dalam Masjid itu.

“Tetapi kami mengutuk tindakan itu, yang tidak dapat diterima serta sangat membahayakan eskalasi,” katanya menambahkan.

Hussein juga mengatakan, polisi Israel menembakkan gas air mata dan juga peluru karet kepada demonstran dan melukai lima orang.

Tetapi Juru Bicara Kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, membantah laporan lemparan granat itu dan mengatakan demonstran Arab lah yang mundur ke masjid di mana mereka tahu pasukan Israel tidak akan masuk.

Ia hanya mengakui pasukan Israel hanya melemparkan perangkat tidak mematikan yang mengeluarkan suara keras, di plaza di luar masjid setelah pengunjuk rasa melemparkan batu dan petasan kepada mereka.

“Para demonstran telah berhadapan dengan polisi selama empat hari dalam upaya menghentikan pengunjung Israel dan asing memasuki kompleks suci tersebut, kemudian mundur ke Masjid al-Aqsa,” kata juru bicara polisi, Ahad (20/4).

Ketegangan meningkat tinggi di situs itu selama liburan Yahudi, ketika rakyat Palestina mewaspadai setiap upaya oleh orang-orang Yahudi untuk berdoa di kompleks masjid, menyimpang dari larangan yang ditetetapan Israel terhadap ibadah tersebut.

Lima warga Palestina dan dua petugas polisi dilaporkan terluka dalam bentrokan hari Ahad di kompleks yang juga dihormati oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount itu. Polisi mengatakan mereka menangkap 16 warga Palestina selama protes terbaru itu.

Pasukan keamanan Israel, sementara beroperasi di kompleks suci itu, menghindari memasuki Masjid al-Aqsa dan Kubah Batu di kompleks yang terletak di Kota Tua Al Quds.

Israel merebut wilayah Palestina itu, bersama Tepi Barat, dalam perang Arab – Israel tahun 1967.(ca/republika.co.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL