bocah Palestina korban serangan Israel ke gedung sekolah dasar di Jabalya (30/7). Foto: AP

bocah Palestina korban serangan Israel ke gedung sekolah dasar di Jabalya (30/7). Foto: AP

Gaza, LiputanIslam.com–Juru Bicara Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Chris Gunness, tak mampu menahan tangisan saat diwawancarai oleh Al Jazeera terkait pengeboman sekolah PBB oleh Israel. Pada Rabu pagi (30/7), sekolah yang dibangun dan dikelola UNRWA di Gaza, yang kini menjadi tempat berlindung lebih dari 3.000 warga Palestina, dibombardir Israel.

Hak-hak Palestina, dan bahkan hak anak-anak, benar-benar telah diabaikan,” kata Gunness, lalu ia menangis. (Video lihat di sini)

Komisaris Jenderal UNRWA, Pierre Kranhenbuhl, dalam pernyataan resminya menulis: Anak-anak tewas saat mereka tertidur mereka. Ini merupakan penghinaan bagi kita semua; kejadian yang sangat memalukan dunia. Hari ini dunia tengah dipermalukan.”

Pierre Krahenbuhl telah mengunjungi tempat kejadian dan memeriksa berbagai kerusakan yang terjadi. Darah berceceran lantai dan kasur di dalam ruang kelas Sekolah Dasar Khusus Perempuan yang terletak di Jabalya, Bait Lahiya, Gaza itu.  Para pengungsi yang selamat terlihat mengangkat potongan-potongan tubuh mayat di antara pecahan kaca dan puing-puing untuk kemudian dikuburkan.

Saya menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengambil tindakan politik internasional untuk mengakhiri segera pembantaian ini,” kata Krahenbuhl.

Departemen Kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 17 orang tewas dan 90 terluka serangan tersebut. Sementara Krahenbujl menyatakan, angka pasti jumlah korban belum bisa diberikan. “Tapi kita tahu bahwa ada warga sipil yang tewas dan luka-luka, termasuk perempuan dan anak-anak dan petugas UNRWA yang mencoba untuk melindungi sekolah ini,kata Krahenbujl.

Tentara Israel telah membombardir kamp pengungsi Jabalya yang dihuni sekitar 120.000 orang sejak Selasa (29/1) bertepatan dengan Idul Fitri. Krahenbuhl mengatakan pihaknya sudah menyampaikan kepada militer Israel sebanyak 17 kali, bahwa Sekolah Dasar Putri Jabalya adalah tempat perlindungan bagi ribuan pengungsi. Pemberitahuan terakhir bahkan diberikan hanya beberapa jam sebelum Israel mengebom sekolah itu.(dw/Reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL