Tel Aviv, LiputanIslam.com—Parlemen Israel membuat rancangan undang-undang baru yang melarang masuknya para anggota gerakan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS).

Dalan RUU tersebut, disebutkan bahwa visa dan tempat tinggal permanen tidak akan diberikan kepada orang asing yang aktif dalam organisasi BDS.

“Dalam beberapa tahun terakhir, seruan untuk memboikot Israel terus bertambah… Kelihatannya [BDS] adalah front baru dalam perang melawan Israel,” demikian pernyataan yang dirilis oleh pemerintah Israel.

Gerakan BDS telah berjalan dari tahun 2005 dan telah diikuti oleh lebih dari 170 organisasi Palestina di seluruh dunia. Gerakan ini dibuat dalam rangka menciptakan “berbagai bentuk pemboikotan terhadap Israel sampai mereka bertanggungjawab di bawah hukum internasional.”

Ribuan relawan dari seluruh dunia telah bergabung dalam gerakan ini untuk mendukung perjuangan penduduk Palestina. Para relawan berasal dari berbagai latar belakang berbeda, mulai dari serikat buruh, akademisi, pebisnis, dan budayawan.

Israel menyebut gerakan BDS adalah ancaman strategis dan pendukung antisemitisme. Klaim tersebut telah berkali-kali ditolak oleh BDS sendiri. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL