Anak Palestina di perumahan Shijaiyah, Gaza.

Gaza, LiputanIslam.com–Lembaga Hak Asasi Manusia (HRW) melaporkan pada Senin (3/04/2017), militer Israel memblokir para pekerja HAM untuk masuk dan keluar Jalur Gaza.

Sejak 2008, HRW hanya diizinkan masuk ke Gaza via Israel dalam kunjungan September 2016 yang dianggap pemerintah Israel sebagai pengecualian. HRW dan Amnesty International tidak bisa memasuki Gaza via Egypt sejak tahun 2012.

HRW mengatakan, akses ke Jalur Gaza adalah penting untuk melihat ke dalam terkait tuduhan pelanggaran selama perang 2014 yang menghancurkan kehidupan di wilayah pantai itu.

Palestina sebelumnya mendapat keanggotaan di Pengadilan Internasional (ICC) pada April 2015 dan meminta ICC menginvestigasi perang 50 hari di Gaza pada musim panas 2014 dan menghukum Israel atas kejahatan perang mereka.

Israel mengizinkan ICC masuk ke negara mereka pada September 2016, namun pemerintah Israel sendiri mengatakan badan ini tidak punya wewenang untuk menuding Israel melakukan kejahatan terhadap Palestina.

Israel kemudian menyatakan akan melakukan investigasi sendiri dan meminta organisasi HAM menjadi sumber informasi kejahatan apapun, dengan memberikan bukti forensik dan saksi mata.

Namun, HRW sendiri ternyata dihalang-halangi untuk masuk ke Gaza. Israel mengontrol seluruh akses ke Gaza, termasuk jalur antara Gaza dan Tepi Barat. Penutupan akses ini dilakuan Israel dalam 20 tahun terakhir.

“Jika Israel ingin jaksa ICC mempercayai argumen mereka bahwa tuduhan kriminal perang adalah salah, mereka seharusnya mengizinkan peneliti HAM masuk dan membuka kebenaran.” kata Sari Bashi, direktur advokasi HRW. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL