Kairo, LiputanIslam.com–Dosen universitas Al-Azhar, Mukhaimer Abu Saada, mengatakan bahwa rezim Israel bertindak “di atas hukum” karena menikmati dukungan dari AS.

Menurutnya, perilaku AS telah memberanikan rezim Israel untuk membunuh lebih banyak warga Palestina.

“Bukan rahasia lagi bahwa pemerintah AS adalah pemerintah paling suportif atas kejahatan Israel dan penjajahan Israel atas rakyat Palestina,” kata Abu Saada dalam wawancara dengan Press TV pada Sabtu (7/4/18).

Pemerintah AS diketahui telah memveto puluhan resolusi Dewan Keamanan PBB yang terkait dengan upaya mengakhiri penjajahan Israel.

“Saya percaya inilah saatnya komunitas PBB mengambil tanggung jawab, bertindak terhadap kekejaman Israel atas rakyat Palestina dan atas perlawanan damai di Gaza,” tambahnya.

Untuk kedua kalinya dalam dua minggu terakhir, AS telah melarang pernyataan DK PBB yang meminta investigasi atas genosida yang dilakukan Israel atas demonstran  Gaza.

Pada tanggal Maret lalu, warga Gaza menggelar demo bertajuk “The Great March of Return,” yang menuntut hak pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah mereka. Demo tersebut berakhir dengan kekerasan setelah tentara Israel menembakkan gas air mata dan peluru kepada peserta aksi.

Demo ini berlanjut pada Jumat (6/4/18) kemarin, sehingga lebih dari 30 warga Palestina tewas oleh pasukan militer Israel. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*