Tel Aviv, LiputanIslam.com–Menteri hubungan militer Israel, Avigdor Lieberman, memperingatkan bahwa pasukan militernya akan menembak warga Gaza jika kembali berdemo di dekat perbatasan Israel dan Palestina.

“Jika ada provokasi, [kami] akan memberikan reaksi yang lebih keras dari minggu lalu,” kata Lieberman lewat radio publik pada Kamis (5/4/18), setelah adanya rencana demonstrasi anti-penjajahan lain pada minggu ini.

Pada tanggal 30 Maret lalu, warga Gaza melakukan demonstrasi besar bertajuk “The Great March of Return” untuk menuntut hak pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah mereka. Demo ini merupakan permulaan dari rencana aksi selama 6 minggu ke depan.

Aksi ini berakhir ricuh setelah tentara Israel menembakkan gas air mata dan peluru kepada para peserta. Terdapat 20 warga Palestina yang tewas.

Penggunaan kekerasan oleh rezim Israel mendapat kecaman dari seluruh dunia. PBB dan Uni Eropa meminta dilakukannya investigasi atas peristiwa ini, namun Israel menolak.

Badan HAM, Human Rights Watch, juga menyebut perilaku Israel itu “melanggar hukum” dan  “disengaja” oleh para pejabat Israel.

Aksi selanjutnya kemungkinan akan diadakan pada 15 Mei nanti, bertepatan di peringatan Hari Nakba.

Dalam penyataannya yang lain, Lieberman mengatakan ia berharap warga Palestina sadar bahwa aksi seperti itu “tidak layak dilanjutkan,” dan mengklaim bahwa mayoritas korban tewas Gaza itu “teroris yang sudah dikenal.” (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*