isis afghanKabul, LiputanIslam.com — Para pejabat keamanan Afghanistan mengungkapkan bahwa kelompok teroris ISIS (Daesh) tengah merencanakan untuk melakukan serangan terhadap kota-kota di Afghanistan timur yang berbatasan dengan Pakistan, yaitu di Provinsi Nangarhar.

Seperti dilaporkan BBC News, Haji Ghalib, pemimpin distrik Achin di provinsi tersebut mengatakan, Senin (5/10) bahwa kelompok ISIS kini tengah berada dalam posisi defensif dengan melakukan tembak-menembak secara sporadis dengan aparat keamanan Afghanistan.

Ia menambahkan bahwa anggota-anggota ISIS yang sebagian adalah warga asing telah meninggalkan distrik Momand Dara dan Abdul Khel menuju  Bati Kot, Dur Baba dan Nazyan setelah aparat keamanan Afghanistan melancarkan serangan terhadap mereka.

“Mereka akan melancarkan serangan ‘tembak dan lari’ di wilayah-wilayah baru mereka dan tujuan mereka adalah mengalihkan perhatian aparat keamanan. Namun kami telah bersiaga dan memiliki cukup kekuatan untuk menghadapi mereka,” kata Ghalib.

Sementara itu Kolonel Hazrat Hussain Mashriqiwal, jubir kepolisian Provinsi Nangarhar mengatakan bahwa tujuh orang anggota ISIS telah tewas dan delapan orang lainnya terluka dalam berbagai aksi tembak-menembak di distrik Achin, Ahad (4/10). Ia menambahkan bahwa kelompok tersebut telah menyusup ke sejumlah distrik di Nangarhar dan tengah merencanakan serangan.

Provinsi telah menjadi ajang serangan kelompok ISIS (Daesh) dalam beberapa bulan terakhir. Pada bulan Juni kelompok Taliban yang lebih dulu eksis di wilayah itu memperingatkan pemimpin ISIS Ibrahim al-Samarrai alias Abu Bakr al-Baghdadi untuk tidak melancarkan aksinya di Afghanistan.

AS Akui Lakukan Serangan Udara yang Hancurkan Rumah Sakit
Semetara itu Departemen Pertahanan AS mengakui telah melakukan serangan udara yang menghancurkan sebuah rumah sakit di kota Kunduz yang menewaskan 22 orang. Namun AS menyalahkan militer Afghanistan yang disebut telah meminta dilakukan serangan udara.

Komandan tertinggi pasukan koalisi di Afghanistan Jendral John F. Campbell, mengatakan pihaknya meralat pernyataan sebelumnya yang menyebutkan bahwa serangan udara itu dilakukan untuk mempertahankan pasukan AS yang diserang. Ia menyebut insiden rumah sakit di Kunduz sebagai sebuah kecelakaan dan militer tengah melakukan penyelidikan atas insiden ini.

“Kami ini mengetahui bahwa pada tanggal 3 Oktober pasukan Afghanistan mengatakan telah mendapatkan serangan dari posisi-posisi musuh dan meminta dukungan udara,” kata Campbell.

“Serangan itu ditujukan untuk menghancurkan ancaman Taliban dan sejumlah warga sipil secara tidak sengaja menjadi korbannya,” tambahnya.

Organisasi medis internasional MSF yang mengelola rumah sakit tersebut menuduh Amerika sengaja membom rumah sakit mereka.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL