bom qur'anBaghdad, LiputanIslam.com — Kelompok teroris ISIS jadikan Al Qur’an sebagai bom. Hal ini mengindikasikan kelompok ini telah berputus asa setelah terdesak dari medan perang oleh serangan udara Rusia dan pasukan Suriah.

Hal ini dikatakan oleh Kolonel Steve Warren, jubir koalisi internasional anti-ISIS pimpinan AS, seperti laporan Press TV, Rabu (24/2).

“Orang-orang itu sangat menjijikkan. Mereka memasang bom di dalam kulkas hingga di dalam Al Qur’an. Kami mendapatkan beberapa kasus seperti ini di Ramadi,” kata Warren.

Warren menambahkan, kelompok ISIS telah kehilangan 40% wilayah yang dikuasainya sementara jumlah mereka pun semakin menyusut sehingga mereka memaksa anak-anak untuk bergabung bersama mereka. Selain karena kematian dalam pertempuran, penurunan itu dipicu juga oleh menurunnya jumlah ‘mujahidin’ asing yang masuk ke Suriah dan Irak.

Teknik menjijikan ISIS dengan menjadikan kitab Al Qur’an sebagai bom sebenarnya bukan hal baru. Pada pertengahan tahun lalu aparat keamanan Irak menemukan sejumlah kitab Al Qur’an yang berisi bom di wilayah yang ditinggalkan ISIS di Provinsi Diyala.

Berbagai tindak kekerasan yang tidak pernah terjadi sebelumnya banyak terjadi di wilayah barat dan utara Irak sejak ISIS merebut wilayah itu pada pertengahan 2014 lalu. Mereka membunuhi dan menyiksa orang-orang etnis non-wahabi termasuk Shiah, Sunni, Kurdi, dan Kristen.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL