Foto: twitter

Foto: twitter

Baghdad, LiputanIslam.com – Sepuluh  orang warga Kurdistan dilaporkan telah diekskusi oleh kelompok militan Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS), pada hari Jumat, 4 Juli 2014, di Desa Zur Maghar seperti yang dilansir Al-Alamnews.

Sumber-sumber setempat mencatat bahwa korban yang tewas, termasuk salah satu kepala suku, dan orang-orang yang lanjut usia, dieksekusi dengan digantung dan ditembak. Tiga mayat dibiarkan tergantung di sebuah persimpangan jalan selama berjam-jam untuk mengintimidasi dan menimbulkan ketakutan pada penduduk setempat.

Aksi keji dari militan Takfiri ini menimbulkan reaksi keras dari berbagai belahan dunia, termasuk India. Maulana Syed Jalaluddin Omari, Presiden Jamaat-e-Islami Hind, mengutuk keras aksi terorisme yang dipertontonkan ISIS. Ia juga menyatakan bahwa kelompok Takfiri ISIS sama sekali tidak mewakili nilai-nilai Islam.

Lebih lanjut, Omari menuduh bahwa militan Takfiri ISIS adalah bagian dari plot AS untuk menghancurkan Irak, dengan perpecahan yang terjadi di kawasan, maka AS akan mudah untuk mengontrol Timur Tengah.

Lalu, Omari juga  mencela keras deklarasi pembentukan Khilafah atau Daulah Islam. Menurutnya, tidak akan ada kaum muslimin yang mendukung teroris yang telah membantai rakyat Suriah dan Irak dengan senjata dari Inggris dan Israel. Aksi ISIS ini dianggap akan menyebabkan semakin menguatnya  Islam phobia diseluruh dunia.

ISIS telah mendeklarasikan Khilafah pada awal bulan Ramadhan dan menunjuk Abu Bakar al-Baghdadi sebagai Amir (pemimpin). Mereka meminta kepada umat Muslim di seluruh dunia untuk segera berbaiat kepada al-Baghdadi. Selain itu, mereka juga menyerukan kepada umat untuk bergabung dan berjihad bersama ISIS.

Saat ini, Irak tengah dilanda krisis kemanusiaan akibat berbagai teror yang dilancarkan oleh ISIS. Menurut laporan PBB, lebih dari 2.400 nyawa melayang di Irak pada bulan Juni 2014. Dan dikuasainya beberapa kota di Irak, memaksa jutaan  warga harus menyelamatkan diri dan mengungsi.

Dalam aksinya, ISIS juga aktif menghancurkan berbagai situs bersejarah, membongkar  tempat-tempat suci yang dihormati oleh Muslim Sunni dan Syiah, meledakkan masjid dan merusakkan gereja. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL