sangkar

Wanita yang dikurung ISIS. Klik foto untuk memperbesar. Sumber: Farsnews

LiputanIslam.com — Siapa yang tak bergidik menyaksikan kekejaman ISIS? Tak peduli wanita ataupun anak-anak, tak peduli tua maupun muda — siapa saja bisa menjadi ‘tumbal’. Entah di jalanan atau di pasar, bahkan saat beribadah di masjid sekalipun — tak luput dari target ISIS. Sehingga, tidaklah mengherankan jika saat ini, ISIS menggunakan warga sebagai tameng perlindungan dari serangan pasukan Suriah dan jet tempur Rusia.

Berbagai laporan sebagaimana yang dilansir Farsnews, 9 November 2015, disebutkan bahwa ISIS menawan warga setempat, lalu dikurung dalam sangkar. Aksi ini juga mereka lakukan minggu lalu saat kelompok ISIS melakukan operasi di dekat Damaskus. Mereka menangkap warga penganut Alawite, lalu menawannya di dalam sangkar besi sebagai tameng.

Juru bicara Kementrian Rusia sempat menyebutkan perubahan strategi yang digunakan ISIS di lapangan, misalnya dengan cara bergerak atau berpindah-pindah sehingga lokasi mereka sulit dilacak. Namun dengan digunakannya tameng manusia seperti ini, kita bisa menyimpulkan bahwa serahasia apapun pergerakan mereka, pihak intelejen ataupun pasukan Suriah mampu melacak. Namun ISIS dan komplotannya menyadari betul, bahwa pasukan pemerintah sebisa mungkin menghindari korban rakyat sipil berjatuhan, hingga mereka sengaja menawan warga dan mengurungnya, sehingga, kalaupun lokasi mereka terlacak, sangat kecil kemungkinan pasukan Suriah ataupun Rusia melakukan serangan udara.

Tindakan ISIS ini juga seolah menyiratkan fakta penting: kondisi mereka terdesak. Selama ini, mereka selalu petantang-petenteng memamerkan kebiadabannya seperti penggal kepala, membakar manusia, dst, dan kali ini, mereka harus berlindung dibalik tawanan.

Angkatan Darat Suriah (SAA), yang bekerjasama dengan Pasukan Pertahanan Nasional (NDF), dan pasukan Hizbullah, dan dengan dukungan dari jet tempur Rusia, telah memperketat pengepungan di kawasan Sheikh Ahmad, dalam operasi pembebasan pangkalan Kuwaires. Laporan terakhir dari lapangan menyatakan bahwa gabungan pasukan pemerintah semakin mendekati kemenangan setelah berhasil menyerang dan menewaskan sepuluh teroris. Jarak pasukan gabungan dengan pangkalan Kuwaires hanya sekitar 2 km.

Sekitar 80% wilayah Sheikh Ahmad, telah berhasil dikontrol oleh pasukan gabungan setelah melakukan serangan offensif di sepanjang jalan raya Aleppo- Raqqa. Kawasan ini telah dikontrol oleh ISIS kurang lebih selama dua tahun.

***

Bersembunyi di Masjid

Bulan lalu, Menteri Pertahanan Rusia menyebut bahwa ISIS bersembunyi di masjid-masjid. “Mereka mengetahui kami sangat hati-hati, sangat menghormati masjid, dan mereka memahami bahwa kami tidak akan pernah— dalam keadaan apapun — merusak fasilitas warga,” ujarnya, dilansir RT, 6 Oktober 2015.

Menggunakan masjid sebagai tempat bersembunyi, bisa dipahami sebagai bagian propaganda perang ISIS. Jika jet tempur Rusia menargetkan mereka, tentunya mereka akan mengabarkan kepada dunia dengan narasi tendensius: lihatlah, Rusia mengebom masjid! Hal ini bisa mempengaruhi opini publik, apalagi jika menyangkut sentimen agama, ummat Islam khususnya, sangat mudah terbakar.

Namun Rusia memastikan bahwa mereka menargetkan sasaran dengan akurat.

“Kami melakukan pengecekan ratusan kali. Kami memutuskan dan memperhitungkan dengan matang. Kami melakukan serangan hanya jika kami yakin 100% serangan kami mengenai target yang tepat.”

***

Pejuang Allah kok Kabur?

Meski kelompok-kelompok teroris di Suriah seperti ISIS, Al-Nusra, FSA dkk menyebut diri sebagai mujahid yang berjuang di jalan Allah, merindukan syahid dan segenap klaim lainnya, namun fakta di lapangan berbicara lain.

teroris pengungsi

“Setidaknya ada 3.000 militan dari kelompok ISIS, al-Nusra dan Jaish al-Yarmouk menuju Yordania. Mereka takut melihat kemajuan yang diraih oleh SAA di segala lini, ditambah dengan masifnya serangan udara dari jet tempur Rusia.”

Selain kabur ke Yordania, banyak anggota teroris yang kini telah bertransformasi dan bergabung menjadi pengungsi Suriah dan kini berada di Eropa.

***

Ketika Mereka Menutup Mata

Dengan segala bentuk kejahatan kemanusiaan yang dilakukan ISIS, sangat mengherankan bahwa masih ada yang mendukung mereka di Indonesia. ISIS’s fans club, memiliki website dan secara berkelanjutan mempropagandakan ISIS. Salah satu situs corong ISIS di Indonesia, Shotussalam.com misalnya, telah diblokir pemerintah. Namun mereka kembali membuat situs baru dengan alamat Shotussalam.co. bahkan ketika diblokir pun, fans club ISIS ini masih bisa mengakses situs tersebut dengan menggunakan aplikasi tertentu.

Dan tentu saja, kendati laporan penggunaan warga sipil sebagai tameng telah dirilis oleh media internasional, namun bisa dipastikan, mereka tidak akan pernah memuatnya. Dan anehnya lagi, fans club ini begitu saja percaya dengan klaim-klaim yang mereka buat, bahwa mereka tengah memperjuangkan Islam.

Karenanya, bagi masyarakat Indonesia, penting untuk menjaga dan memberikan informasi yang benar terkait ISIS dan teroris lainnya kepada keluarga maupun sahabat, agar jangan sampai, orang-orang yang Anda sayangi terpengaruh oleh paham ekstremisme. (ba)

—-
Referensi:

http://english.farsnews.com/newstext.aspx?nn=13940818000685
https://www.rt.com/news/317803-russia-syria-airstrikes-antonov/
https://www.rt.com/news/317720-terrorists-leaving-syria-airstrikes/
http://on.fb.me/1WOuqjm

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL