The Baha'i community of Chicago, Illinois,USA, 1933-1Teheran, LiputanIslam.com — Ahmad Salek, Ketua Komisi Budaya parlemen Iran menuduh komunitas Baha’i di Iran menjadi mata-mata untuk Israel dan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut menanggapi kampanye negatif oleh media internasional tentang perlakukan pemerintah terhadap komunitas Bahai.

“Saya menyatakan sangat eksplisit bahwa Baha’isme adalah organisasi mata-mata yang mengumpulkan informasi intelijen untuk CIA (Amerika Serikat) dan Mossad (Israel), dan ada dokumen yang berlimpah untuk membuktikan ini,” kata Salek, seperti dikutip kantor berita Iran, Fars, hari Selasa (18/2).

Menurut Ahmad Salek, meski orang-orang Bahai telah mengakui kejahatan mereka, negara-negara Barat justru menuduh Iran sebagai pelaku kejahatan kemanusiaan dengan menindas mereka.

Media Israel, Jerussalam Post hari Rabu (19/2) melaporkan, komunitas Baha’i mengerima perlakuan keras dari pemerintahan Iran. Oktober 2013 lalu, Dr Ahmed Shaheed, pelapor khusus PBB tentang hak asasi manusia di Iran, mengeluarkan laporan yang juga mencakup bagian tentang penyiksaan terhadap komunitas ini.

Sebaliknya, mantan Jaksa Agung Iran Jendral Qorban-Ali Dorri-Najafabadi menyatakan. “Kami telah menawarkan berbagai layanan kepada komunitas Bahai di Iran sebagai bentuk penghormatan terhadap kemanusiaan, namun tidak bagi pengkhianat, mata-mata, atau kelompok politik yang didukung oleh Inggris dan Israel untuk membuat gangguan terhadap Iran.”

Menurut Dorri-Najafabadi, terdapat bukti-bukti yang tidak bisa dibantah yang menunjukkan hubungan antara sekte Bahai dengan rezim zionis Israel melalui negara-negara yang memusuhi Iran.

“Kami selalu memberikan kebaikan kepada mereka di Iran. Kami hanya menentang hubungan mereka dengan musuh-musuh Iran,” tambah Dorri-Najafabadi.(ca/tempo.co/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL