israel air forceTeheran, LiputanIslam.com — Iran menyatakan telah mempelajari taktik serangan Israel dalam Perang Lebanon tahun 2006 sehingga kini telah memiliki kesiapan untuk menghadapi setiap serangan Israel dan Amerika.

Menurut keterangan Jendral Gholam Reza Jalali yang kini mengepalai satu unit kekuatan yang bertanggungjawab atas pertahanan sipil, Iran telah mengirimkan satu tim ke Lebanon untuk mempelajari taktik serangan yang digunakan Israel saat menyerang sekutu Iran, Hizbollah tahun 2006. Dari pelajaran yang didapat, Iran telah merubah rencana pertahanannya untuk menghadapi Israel dan Amerika.

“Setelah Perang 33 Hari (tahun 2006), kami telah mengirim satu tim ke Lebanon untuk mempelajari model serangan Israel atas bangunan-bangunan di Lebanon dan mengumpulkan 5.000 foto bangunan-bangunan yang hancur (oleh serangan Israel),” kata Jalali kepada media Iran Kayhan, hari Selasa (25/2).

Jalali mengatakan bahwa para pejabat militer Iran berhasil mempelajari bagaimana Israel menghancurkan bangunan-bangunan tinggi, bukan dengan kekuatan bom, melainkan dengan menggunakan teknik engineering.

Untuk mengantisipasi taktik Israel tersebut, Iran kini menerapkan apa yang disebut sebagai “passive defense”, untuk mengurangi dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan Israel. Taktik itu telah diterapkan di fasilitas-fasilitas strategis Iran seperti reaktor nuklir Fordo yang berada 90 meter di bawah permukaan tanah.

Jalali juga menambahkan bahwa Iran telah mengadopsi doktrin militer baru untuk menetralisir setiap serangan Amerika dan Israel.

“Butuh waktu selama 3 tahun untuk mengembangkan doktrin baru pertahanan melawan Amerika,” katanya di hadapan pejabat-pejabat keamanan Iran.

“Kita telah mengubah penggelaran pasukan dari konsentrasis massal menjadi format yang termanajemen,” tambahnya.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL