MinyakLiputanIslam.com — Sejak lama, Arab Saudi telah menganggap Iran sebagai musuh, baik di bidang politik, ekonomi, maupun militer. Cara-cara kotor pun dihalalkan Saudi dalam upaya melemahkan Iran, misalnya dengan mendukung kelompok-kelompok teroris agar melakukan makar di Iran. Saudi juga berusaha mengisolir Iran, dengan menekan sekutu-sekutunya untuk memutuskan hubungan dengan negeri mullah ini. Pun pada konferensi OKI yang digelar di Turki minggu ini, Saudi menyiapkan klausul khusus terkait Iran dan Hizbullah Lebanon.

Dan bagi Saudi, semua itu belum cukup.

Entah karena kurang kreativitas, atau karena IQ para pejabat Saudi memang terbatas, nyaris tidak ada cara-cara baru yang lebih kreatif dan efektif yang digunakan Saudi untuk menekan Iran. Hanya pengulangan dari metode lama. Dulu, Saudi pernah memainkan harga minyak untuk menekan rival-rivalnya. Dan kini, cara-cara itu kembali digunakan untuk menekan Iran. Sayang sekali, agenda itu tidak efektif, karena faktanya, Iran kini semakin berkibar.

Saat Iran masih berada di bawah embargo karena proyek pengayaan nuklir, Saudi telah menandai Iran sebagai rival. Dan kini, setelah embargo diangkat, sekali lagi Saudi membuat rencana luas untuk ‘membekukan’ minyak Iran. Caranya dengan memproduksi minyak dalam jumlah besar hingga membanjiri pasar, membiarkan harga minyak mentah jatuh, memanipulasi harga, dan akhirnya, baru-baru ini Saudi mengancam kapal tanker yang membawa minyak Iran.

Apakah cara-cara itu berhasil?

Statistik menunjukkan bahwa dalam dua bulan pertama perioda pasca-sanksi, kendati masih ada hambatan seperti transfer mata uang asing dan asuransi kapal tanker minyak, namun Iran telah berhasil meningkatkan ekspor minyak mentah sebesar 60%.

Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh mengumumkan pada akhir Maret bahwa ekspor minyak mentah dan gas Iran telah melampaui 2 juta barrel per hari.

“Dalam kalender Iran tahun 1395 [dimulai pada 20 Maret 2016], penjualan minyak mentah Iran meningkat menjadi 2 juta barrel per hari,” terang Zanganeh, seperti dilansir harian Iran Mehr News Agency, (12/4/2016).

Sementara itu, kapal tanker minyak milik negara pelanggan minyak Iran di Asia dan Eropa juga telah berada di terminal Iran untuk memuat minyak.

Dengan demikian, dua rencana Saudi yaitu meningkatkan produksi dan mengancam kapal tanker yang membawa minyak Iran, nampaknya tidak efektif sejauh ini. Buktinya, ekspor minyak mentah Iran ke Uni Eropa saja telah melampaui 500.000 barel per hari.

India, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan merupakan empat pelanggan minyak mentah terbesar Iran di Asia. Diantara empat negara itu, Korea Selatan yang paling tinggi meningkatkan jumlah transaksinya setelah berakhirnya sanksi terhadap Iran.

Sebuah laporan yang diterbitkan oleh OPEC, pada bulan Februari, disebutkan bahwa ekspor minyak mentah Iran tumbuh hampir 25%. Selama periode waktu yang sama, India meningkatkan impor minyak dari Iran sebesar 113.000 barrel per hari. Sementara Korea Selatan, meningkatkan pembelian minyak Iran sebesar 139.000 barrel per hari.

Meskipun Tiongkok hanya meningkatkan jumlah pembelian minyak sebesar 6.000 barel per hari, namun negara tirai bambu ini masih merupakan pelanggan minyak terbesar di Iran, dengan pembelian total mencapai 538.000 per hari.

Pelanggan Minyak Iran dari Eropa

Pada musim dingin 2015, Arab Saudi menargetkan pangsa pasar minyak Rusia dengan menjual minyak mentah ke kilang minyak Swedia. Beberapa ahli meyakini bahwa saat itu Saudi berupaya untuk mencegah kembalinya Iran ke pasar internasional setelah mengambil alih sebagian pangsa pasar Rusia.

Namun dalam beberapa bulan terakhir, NIOC tidak hanya menandatangani kontrak penjualan minya ke Perancis, Rusia dan Spanyol, tetapi juga menawarkan minyak kepada negara-negara lainnya seperti Yunani, Swiss, Italia, Inggris, Hungaria dan Turki.

Setelah kontrak baru dengan Eropa disepakati, maka ekspor Iran ke Eropa akan meningkat melebihi 700.000 barrel per hari. Selain itu, masih ada daftar calon pelanggan minyak Iran di masa depan, termasuk Malaysia, Taiwan, Afrika Selatan, Sri Lanka, Singapura, Pakistan, Thailand dan Ghana.

Saudi, silahkan gigit jari. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL