iran weaponTeheran , LiputanIslam.com – Petinggi militer Republik Islam Iran menyatakan negaranya telah memasang rudal Sayyad-3 (Pemburu 3) buatan dalam negeri pada sistem pertahanan udara S-200.

Wakil Komandan Pangkalan Sistem Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya Brigjen Shahrokh Shahram Sabtu (26/4/2014) mengatakan bahwa keberadaan misil Sayyad-3 yang dapat menghantam sasaran dengan sangat akurat pada ketinggian menengah tersebut praktis menandai peningkatan kapabilitas sistem pertahanan udara S-200.

Sayyad 3 merupakan versi upgrade rudal Sayyad-2 yang berdaya jelajah sedang dengan ketinggian maksimal dan berbahan bakar padat.

Shahram menambahkan bahwa sistem pertahanan udara buatan dalam negeri Mersad (Penyergap) sebelumnya telah dilengkapi dengan misil buatan dalam negeri Salamcheh, namun sekarang para ahli dari Pangkalan Sistem Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya juga telah memasang misil Sayyad-2 pada sistem pertahanan udara Mersad.

Iran berhasil mengujicoba  sistem pertahanan udara S-200 buatan dalam negeri pada November 2010.

Disebutkan bahwa misil Sayyad-2 dari permukaan ke udara memiliki jarak tempuh maksimal 350 km serta dirancang dengan basis teknologi yang dapat menghancurkan berbagai jenis helikoper, pesawat tanpa awak (drone) dan target-target lain dengan mini radar cross section (RCS), berkecepatan tinggi dan dapat bermanuver optimal dalam jangkauan operasionalnya. Rudal ini diuji pertama kali pada April 2011 dan kini sudah menjadi aset Angkatan Bersenjata Iran.

“Keistimewaan angkatan bersenjata kita dibanding angkatan bersenjata lain ialah independensi dan kemampuan kita memenuhi kebutuhan pertahanan kita, karena semua kebutuhan pertahanan berteknologi canggih negara kita sudah dapat dipenuhi tanpa bergantung pada Barat, dan hal istimewa ini tidak akan terwujud tanpa adanya kepemimpinan yang selaras dan penuh wawasan Sang Komandan Tertinggi (Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Ali Khamenei),” ungkap Shahram.

Dalam beberapa tahun ini Iran menempuh langkah-langkah besar di bidang pertahanan dan telah mencapai swasembada dalam produksi alutsista. Dalam hal ini, Teheran berulangkali menegaskan bahwa semua raihannya dalam teknologi militer sama sekali bukan untuk mengancam negara lain, karena doktrin pertahanan Republik Islam Iran berpijak sepenuhnya pada ucaya pencegahan. (mm/presstv/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL