ohadiTehran, LiputanIslam.com—Ketua Organisasi Haji Iran, Saeed Ohadi, mengatakan Arab Saudi menghalangi-halangi warga Iran untuk melakukan ritual haji dan menolak berdiskusi untuk menghindari tragedi yang sama seperti di Mina pada tahun lalu. Pernyataan Ohadi tersebut dilontarkan dalam wawancaranya dengan AFP pada Jumat (9/9/16) .

Perilaku pemerintah Saudi ini tidak dapat diterima, kata Ohadi, terutama karena warga Iran harus rela menunggu 15-20 tahun (waiting list) untuk melakukan ritual haji.

“Pemerintah Saudi menganggap diri mereka adalah pemilik properti Mekkah dan Madinah,” ujar Ohadi, “Padahal, Mekkah dan Madinah adalah milik umat Islam.”

“Bagaimana Anda mengundang 1,5 juta peziarah dan tidak memikirkan keamanan mereka?” tegas Ohadi.

Ohadi menambahkan dalam negosiasi dengan pemerintah Saudi, Menteri Haji dan Umrah Saudi, Mohammed Salih Bentin menyatakan kekhawatirannya jika Muslim Syiah di Iran masuk ke Arab, mereka akan memengaruhi orang-orang Sunni dari negara lain.

“Saya bilang, Pak Menteri, ini sangat lucu. Kami punya 8 juta orang Sunni di Iran, anak-anak muda di universitas,” kata Ohadi. “Jika Anda tidak siap menerima warga Iran, tolong bicaralah secara transparan bahwa Anda menolak warga Iran.”

Tragedi Mina pada tanggal 24 September lalu menyebabkan kematian setidaknya 460 peziarah Iran, yang menjadi negara dengan jumlah korban tertinggi di antara negara asing lain. Pemerintah Saudi mengklaim sebanyak 770 orang mati dalam kejadian tersebut.

Iran telah membatalkan ribuan peziarahnya untuk berpartisipasi dalam ritual Haji pada tahun ini setelah menghadapi berbagai kendala dengan birokrasi Arab Saudi. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL