iran warshipsSana’a, LiputanIslam.com — Situasi di Yaman semakin serius setelah dikabarkan Iran telah mengirimkan dua kapal perang ke perairan Yaman, sementara AS mengancam Iran untuk tidak ‘campur tangan’ di Yaman.

Seperti dilaporkan media Irlandia RTE News, Rabu (8/4), kapal destroyer ‘Alborz’ dan kapal pendukung ‘Bushehr’ berlayar dari pelabuhan Bandar Abbas dengan dalih untuk melindungi kapal-kapal dagang Iran dari pembajakan di sekitar Teluk Aden.

Pengiriman kapal perang tersebut dikonfirmasi oleh pejabat AL Iran Rear Admiral Habibollah Sayyari.

Iran dituduh membantu kelompok Houthi yang menganut mazhab Shiah Zaidiyah, sementara Saudi Arabia dan koalisi pendukungnya tengah memerangi kelompok tersebut, yang telah menumbangkan Presiden Mansour Hadi yang didukung Saudi.

Admiral Sayyari mengatakan bahwa kapal-kapal Iran tersebut akan berpatroli di Teluk Aden, selatan Yaman hingga Laut Merah. Wilayah tersebut merupakan salah satu jalur perdagangan laut paling penting di dunia yang menghubungan benua Asia, Eropa dan Afrika.

Di sisi lain pemerintah AS mengancam Iran untuk menghentikan dukungannya kepada kelompok Houthi.

Dalam wawancara dengan televisi PBS, Kamis (9/4), Menlu AS John Kerry mengatakan bahwa AS tidak akan tinggal diam bila Iran tetap mendukung ‘pemberontak’ Houthi di Yaman.

“Ada sejumlah, secara jelas, penerbangan-penerbangan dari Iran. Setiap minggu ada beberapa penerbangan dari Iran, kami telah melacaknya dan mengetahuinya,” kata Kerry.

“Iran harus mengetahui bahwa AS tidak akan tinggal diam sementara kawasan (Timur Tengah) bergejolak, atau ketika orang-orang melakukan perang secara terang-terangan yang melampaui perbatasan internasional negara lain.”

Sementara itu, sesuai janjinya akan membantu Saudi dalam operasi militernya di Yaman, AS mengumumkan telah mulai melakukan pengisian bahan bakar di udara bagi pesawat-pesawat koalisi pimpinan Saudi.

Pengisian udara pertama berlangsung hari Selasa malam (7/4) ketika pesawat tanker KC-135 Stratotanker AS mengisi bahan bakar sebuah pesawat tempur F-15 Saudi Arabia dan sebuah pesawat F-16 Uni Emirat Arab. Demikian jubir Kemenhan AS Kolonel Steven Warren mengatakan kepada wartawan, Jumat (10/4).

“Kami akan menerbangkan pesawat-pesawat tanker setiap hari,” kata Warren seraya menambahkan seluruh operasi pengisian bahan bakar dilakukan di luar wilayah udara Yaman.(ca)   

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL