abdollahianBangui, LiputanIslam.com Republik Islam Iran akan segera mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Muslim di Republik Afrika Tengah menyusul ultimatum militan kristen atas pengungsi muslim yang kini berada di sebuah  gereja Katolik Carnot, Minggu (23/2).

Pengumuman ini disampaikan Deputi Kementrian Luar Negeri Iran untuk Arab dan Afrika Hossein Amir-Abdollahian, pada sebuah wawancara eksklusif dengan kantor berita Iran IRNA, Selasa (25/2).

Pembantaian yang baru-baru ini terjadi pada muslimin Desa Guen, telah memaksa warga meninggalkan rumah-rumah mereka, dan membuat Guen bagaikan kota hantu. Sebelumnya Guen adalah sebuah desa  berpenduduk muslim dan kristen yang hidup berdampingan. Pertumpahan darah terjadi setelah milisi Kristen membalas dendam atas kudeta yang pernah dilakukan pemberontak Muslim Seleka.

Menurut situs AntiWar, kebanyakan masyarakat dari kedua belah pihak berusaha untuk tidak terpancing situasi. Sebagian muslim kini bahkan mencari perlindungan di gereja Katolik wilayah Carnot dimana para pendeta berusaha untuk tetap menahan para milisi agar tidak  masuk menyusul ultimatum mereka atas pengungsi muslim untuk pergi dari negeri itu atau dibunuh.

Amir-Abdollahian mengatakan apa yang terjadi dalam perang di CAR adalah sebuah skenario untuk menyebarkan islamophobia hasil campur tangan asing.

“Pembunuhan Muslimin tak bersalah di Republik Afrika Tengah adalah hasil dari provokasi keagamaan terhadap masyarakat yang telah hidup berdampingan dengan damai selama puluhan tahun,” ucapnya.

”Teheran mengecam kedua belah pihak, ekstrimis Kristen maupun ekstrimis Islam,” ucapnya lagi.

Amir-Abdollahi juga menyatakan bahwa situasi di Republik Afrika Tengah saat ini bagaikan mempersiapkan pondasi terhadap terjadinya pembersihan etnis. Ia juga menyeru agar dilakukan upaya bersama untuk mencegah terulangnya kembali genosida seperti yang terjadi di Rwanda.

Dalam genosida Rwanda, 800.000 masyarakat Tutsi dan Hutus moderat terbunuh oleh pemberontak  Angkatan Bersenjata Demokrat untuk Pembebasan Rwanda(FDLR)  pada tahun 1994.(lb/presstv/antiwar)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL