Iran-Embassy-OttawaTeheran, LiputanIslam.com — Iran menolak putusan pengadilan Kanada yang menyita aset-aset Iran berupa properti senilai lebih dari $7 juta. Iran menganggap keputusan tersebut sebagai “tidak bernilai” karena dilakukan tanpa menghadirkan wakil dari Iran.

“Berasarkan pendekatan yang dilakukan pemerintah Kanada, adalah sangat jelas bahwa putusan tersebut berdasarkan motif politik dan hal itu tidak memiliki nilai hukum,” kata jubir kemenlu Iran Marzieh Afkham di Teheran, Sabtu (22/3). Afkham mengingatkan pemerintah Kanada bahwa mereka memiliki kewajiban berdasarkan kaidah hukum internasional untuk melindungi hak milik diplomat asing.

Sebelumnya sebuah pangadilan di Ontario memerintahkan pengambil-alihan properti milik Iran sanilai leibh dari $7 juta dengan alasan Iran mendukung terorisme.

Menurut pernyataannya, Afkham menyebutkan bahwa Iran adalah negara yang menjadi korban terorisme dan selalu menentang aksi-aksi terorisme.

Ia mengingatkan bahwa sikap standar ganda yang dilakukan negara-negara barat, khususnya Kanada, dalam hal terorisme, tidak hanya mengakibatkan gagalnya pemberantasan terorisme, namun justru mendorong terorisme semakin marak.

Pada tgal 7 September 2012 Kanada menutup kantor kedubesnya di Iran dan mengusir diplomat Iran pergi dari Kanada.

Dalam sebuah pernyataan tentang sikap Kanada tersebut, Menlu John Baird menyebutkan sejumlah alasan, di antaranya karena program nuklir Iran, dukungan Iran terhadap pemerintah Suriahm serta sikapnya yang memusuhi Israel.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL