iran-ministerTehran, LiputanIslam.com—Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi, memperingatkan tentang rencana Israel dalam menghapus identitas al-Quds sebagai identitas Islam. Peringatan tersebut diberikan setelah pembuat undang-undang Israel menyetujui nota pelegalan status pemukiman di Tepi Barat.

Nota yang dibuat diberikan pertama kali kepada parlemen Israel (Knesset) pada Rabu (16/11/16) dengan 58 suara mendukung dan 50 menolak. Hanya butuh 3 suara lagi agar nota tersebut disahkan menjadi undang-undang.

Merespon hal tersebut, Qassemi menyerukan komunitas dunia dan negara-negara Muslim untuk bersama-sama melawan tindakan yang ia sebut “provokatif” dan “menentang HAM.”

Selain itu, Israel dilaporkan akan menyetujui rancangan undang-undang kontroversial lain terkait pembatasan adzan dari masjid-masjid Palestina.

Pada Sabtu lalu, komite kementerian Israel menerima nota itu sebelum dikirim ke Knesset, di mana nota tersebut harus melewati tiga tahapan voting sebelum sah menjadi undang-undang.

“Kegiatan adzan adalah salah satu ritual dalam Islam dan adalah isu yang signifikan terhadap umat Muslim,” kata Qassemi. Ia menambahkan, nota yang ditawarkan itu bersifat “anti-kemanusiaan dan rasis terhadap rakyat Palestina.”(ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL