Iran’s Foreign Minister Mohammad Javad Zarif

Tehran, LiputanIslam.com—Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan, rezim Tel Aviv merupakan “ancaman nuklir terbesar” di Timur Tengah dan seluruh dunia.

Dalam wawancara dengan kontor berita al-Mayadeen pada Kamis (16/03/2017), Zarif menyebut Israel mengeluarkan kebijakan-kebijakan luar negeri yang kejam, dan bahwa pemerintah Israel mencoba menutup-nutupi kebenaran dan mengembangkan senjata nuklir mereka.

“Kami tidak pernah berekspektasi Israel akan melakukan langkah damai dan anti-kekerasan. Kami sudah terbiasa dengan kebijakan Israel selama bertahun-tahun,” katanya.

Zarif juga menegaskan bahwa Iran selalu siap memberikan dukungan dan bantuan bagi Palestina dari penjajahan Israel. Ia berujar, dukungan untuk Palestina merupakan ‘prioritas’ bagi Republik Islam.

Dalam pernyataannya yang lain, Zarif membahas mengenai tekanan yang diberikan Arab Saudi dan Isrel terhadap Iran. Rezim Riyadh dan Tel Aviv disebutnya berusaha menjatuhkan Iran semenjak perundingan nuklir antara Iran dengan lima negara anggota permanen Dewan Keamanan PBB—AS, Prancis, Inggris, Rusia, Cina, dan Jerman.

“Mereka melakukan segala cara untuk memberikan tekanan yang berlebihan [terhadap Iran]. Kami memperkirakan sampai kini mereka masih melakukan upaya-upaya tersebut,” ucapnya.

“Saya menyarankan Arab Saudi bekerjasama dengan kami daripada berkolaborasi dengan negara lainnya dalam rangka menjatuhkan Iran… Ini bukan kesalahan kami bahwa beberapa negara memutuskan untuk menyerang  Yaman tanpa alasan jelas, dan mendukung ISIS dan kelompok teroris di Suriah dan Irak,”

Zarif juga mengatakan bahwa Tehran dan Riyadh dapat memiliki hubungan baik.

“Iran siap bekerjasama dengan semua negara Muslim… Kerjasama dengan Arab Saudi harus ditujukan untuk menciptakan perdamaian di Bahrain, Yaman dan Suriah.” pungkasnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL